Alat Berat Hybrid Jadi Senjata KOBX Kejar Pertumbuhan Bisnis

Alat Berat Hybrid Jadi Senjata KOBX Kejar Pertumbuhan Bisnis
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) memperkuat bisnis solusi pertambangan melalui pengembangan portofolio alat berat dan transportasi generasi terbaru, termasuk teknologi hybrid. Strategi tersebut menjadi salah satu upaya perseroan untuk mendorong pertumbuhan penjualan di tengah kebutuhan industri pertambangan terhadap efisiensi operasional.

Langkah tersebut diperkenalkan melalui Kobexindo Tower Mining Expo 2026 yang digelar pada 10–11 September 2026 di Kobexindo Tower, Jakarta Utara. Mengusung tema “Hybrid Solutions to Power the Next Generation of Mining”, kegiatan tersebut menjadi ajang perseroan memperkenalkan rangkaian solusi alat berat dan transportasi pertambangan kepada pelanggan dan pelaku industri.

Direktur Utama PT Kobexindo Tractors Tbk, Andry B. Limawan, mengatakan konsep open house dalam kegiatan tersebut memungkinkan pelanggan melihat secara langsung berbagai unit dan solusi pertambangan yang ditawarkan perseroan.

“Melalui konsep open house, Kobexindo menghadirkan display unit dan solusi pertambangan di lokasi yang lebih dekat dengan pusat operasional Perseroan, sekaligus memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk mengenal lebih dekat portofolio produk-produk baru unggulan, termasuk tipe hybrid yang kami tawarkan,” ujar Andry B. Limawan.

Sejumlah unit yang ditampilkan dalam pameran tersebut mencakup produk Develon, yakni excavator DX60D, DX220A, DX800LC-5B dan wheel loader SD300N. Selain itu, perseroan menampilkan produk Tonly DTH145 dan TL859R, serta Shacman Diesel 8x4 dan Truck Head H3000S.

Beragam unit tersebut mencerminkan upaya KOBX menyediakan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional pertambangan, mulai dari pekerjaan penggalian dan pemuatan hingga pengangkutan material. Perseroan juga mengarahkan pengembangan portofolio pada solusi yang tidak hanya mengutamakan produktivitas, tetapi juga efisiensi konsumsi energi dan biaya operasional.

Teknologi hybrid menjadi salah satu alternatif yang ditawarkan KOBX seiring kebutuhan industri pertambangan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong operasional yang lebih berkelanjutan. Perseroan juga mengandalkan jaringan layanan purna jual dan pengalaman di sektor pertambangan untuk memperkuat pendekatan solution-oriented kepada pelanggan.

Dari sisi kinerja, penyelenggaraan pameran tersebut dilakukan untuk memperkuat momentum pertumbuhan perseroan. Pada kuartal II 2026, pendapatan KOBX tercatat sebesar Rp1,02 triliun, atau tumbuh 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh penjualan unit alat berat yang melonjak 47% secara tahunan (YoY). Penjualan alat berat pertambangan, khususnya produk dengan teknologi hybrid, disebut terus menunjukkan grafik pertumbuhan positif.

“Pertumbuhan ditopang oleh strategi diversifikasi produk, baik dari segi tipe maupun merek. Terutama strategi Perseroan untuk memasarkan produk-produk alat berat generasi terbaru. Termasuk teknologi hybrid yang menawarkan tingkat efisiensi operasional yang lebih tinggi,” jelas Andry.

Menurutnya, tren penggunaan alat berat hybrid dan produk unggulan lainnya, yang didukung layanan purna jual, menjadi peluang bagi perseroan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. KOBX berharap kombinasi portofolio produk dan layanan tersebut dapat menopang pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun mendatang.