Sering Boncos Pas Main Saham? Mungkin Kamu Belum Tahu 5 Aturan Warren Buffett Ini

Pelajari 5 aturan investasi Warren Buffett untuk menghindari kesalahan, mengelola emosi, dan membangun kekayaan jangka panjang.

Sering Boncos Pas Main Saham? Mungkin Kamu Belum Tahu 5 Aturan Warren Buffett Ini
Warren Buffett investor yang dijuluki “Oracle of Omaha”.
Bacakan Artikel

Ketika pasar saham naik tajam, banyak orang tergoda membeli saham yang sedang populer. Sebaliknya, saat pasar turun, tidak sedikit investor yang panik dan menjual asetnya. Padahal, keputusan investasi yang didorong emosi sering kali menjadi penyebab utama kerugian.

Di tengah kondisi pasar yang berubah-ubah, prinsip investasi Warren Buffett masih menjadi salah satu panduan yang banyak digunakan investor di seluruh dunia. Investor yang dijuluki “Oracle of Omaha” itu dikenal karena berhasil membangun kekayaan dalam jangka panjang tanpa mengejar tren sesaat.

Menariknya, aturan investasi Buffett tidak hanya berlaku bagi miliarder atau investor profesional. Prinsip-prinsip tersebut juga bisa diterapkan oleh investor ritel yang ingin membangun kekayaan secara bertahap dan lebih terukur.

1. Berinvestasilah pada Hal yang Anda Pahami

Salah satu aturan paling terkenal dari Warren Buffett adalah hanya berinvestasi pada bisnis yang benar-benar dipahami.

Pada 1997, Buffett mengatakan:

“You only have to be able to evaluate companies within your circle of competence. The size of that circle is not very important; knowing its boundaries, however, is vital.”

Artinya, investor tidak perlu memahami semua sektor atau semua saham yang ada di pasar. Yang lebih penting adalah memahami batas pengetahuan sendiri.

Bagi investor Indonesia, prinsip ini bisa diterapkan dengan memilih sektor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti perbankan, barang konsumsi, telekomunikasi, atau kesehatan.

Jika Anda tidak memahami bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang, bagaimana prospek industrinya, atau apa risiko bisnisnya, sebaiknya jangan terburu-buru berinvestasi.

Banyak kerugian investasi terjadi karena investor membeli aset hanya karena ikut-ikutan tren atau rekomendasi orang lain.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: