Sering Boncos Pas Main Saham? Mungkin Kamu Belum Tahu 5 Aturan Warren Buffett Ini

Pelajari 5 aturan investasi Warren Buffett untuk menghindari kesalahan, mengelola emosi, dan membangun kekayaan jangka panjang.

Sering Boncos Pas Main Saham? Mungkin Kamu Belum Tahu 5 Aturan Warren Buffett Ini
Warren Buffett investor yang dijuluki “Oracle of Omaha”.
Bacakan Artikel

Saat membeli saham, investor perlu memandang dirinya sebagai pemilik sebagian bisnis, bukan sekadar pemburu kenaikan harga harian.

Pendekatan jangka panjang memungkinkan investor menikmati pertumbuhan bisnis perusahaan sekaligus memanfaatkan efek compounding atau bunga berbunga yang menjadi salah satu mesin utama pembentuk kekayaan.

4. Pilih Instrumen yang Sederhana dan Biayanya Rendah

Banyak orang menganggap investasi harus rumit agar menghasilkan keuntungan besar. Buffett justru berpandangan sebaliknya.

Ia beberapa kali merekomendasikan dana indeks berbiaya rendah karena mampu memberikan hasil yang kompetitif dalam jangka panjang.

Prinsip ini relevan bagi investor Indonesia yang baru memulai investasi.

Alih-alih mengejar produk yang kompleks atau sering berpindah-pindah instrumen, investor bisa fokus pada instrumen yang sederhana, transparan, dan memiliki biaya rendah.

Biaya investasi yang terlihat kecil sebenarnya dapat mengurangi hasil investasi secara signifikan jika terus terakumulasi selama bertahun-tahun.

Karena itu, penting untuk memperhatikan biaya transaksi, biaya pengelolaan, maupun biaya lainnya sebelum berinvestasi.

5. Kendalikan Emosi Saat Berinvestasi

Menurut Buffett, investasi tidak membutuhkan kecerdasan luar biasa. Yang lebih penting adalah disiplin.

Pada rapat pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2004, ia mengatakan:

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: