Kredit UMKM BCA Tembus Rp134,6 Triliun, Tumbuh 6 Persen di Semester I 2026

Kredit UMKM BCA Tembus Rp134,6 Triliun, Tumbuh 6 Persen di Semester I 2026
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor produktif. Hingga semester I 2026, kredit UMKM yang disalurkan BCA mencapai Rp134,6 triliun, tumbuh 6% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Penguatan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari strategi BCA dalam mendukung pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar. Selain pembiayaan, perseroan juga mendorong pengembangan UMKM melalui pembinaan dan penyediaan infrastruktur pembayaran.

Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih mengatakan UMKM memiliki peran penting terhadap perekonomian Indonesia. Karena itu, dukungan terhadap sektor tersebut tidak hanya dilakukan melalui akses pembiayaan, tetapi juga dengan membuka peluang pemasaran dan pengembangan usaha.

"UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Melalui UMKM Fest ini, BCA ingin memastikan para pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan panggung untuk memasarkan produknya, tetapi juga akses yang mereka butuhkan untuk terus bertumbuh," ujar John dalam pembukaan BCA UMKM Fest 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui BCA UMKM Fest 2026 yang digelar secara hybrid pada 1 Agustus hingga 20 September 2026. Gelaran offline berlangsung di Indonesia Arena pada 20-23 Agustus 2026 dan melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha.

Sementara itu, lebih dari 1.600 pelaku usaha mengikuti rangkaian UMKM Fest 2026 secara online melalui platform Blibli dan Grab. Tahun ini, kegiatan tersebut mengangkat empat sektor bisnis, yakni fashion, health & beauty, hobby & activity, serta food & beverage.

Dari sisi pembiayaan, BCA sebelumnya juga menawarkan fasilitas kredit khusus bagi pelaku UMKM melalui Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026. Program tersebut berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga Januari 2027 dengan suku bunga mulai dari 5,81% efektif per tahun (eff p.a.) dan pilihan tenor yang lebih panjang.

BCA menyatakan fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan alternatif pembiayaan dengan angsuran yang lebih ringan bagi pelaku usaha.

John menegaskan, perseroan akan terus memperkuat dukungan kepada UMKM melalui tiga aspek utama, yakni pembinaan, penyediaan infrastruktur pembayaran, serta solusi pembiayaan.

"Kami berharap UMKM terus bertumbuh sebagai salah satu upaya meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian Indonesia. Karena itu, BCA akan terus hadir sebagai mitra yang membantu pelaku usaha naik kelas, memperluas jangkauan, dan membangun bisnis yang berkelanjutan," tutup John.