Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Nilai Tukar Rupiah Langsung Menguat

Pencalonan Destry Damayanti oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Bank Indonesia mendapat respons positif dari pasar, yang terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Nilai Tukar Rupiah Langsung Menguat
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - Pasar keuangan dalam negeri merespons positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang resmi mengajukan Destri Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Sentimen positif ini langsung tercermin pada pergerakan nilai tukar Rupiah yang menunjukkan tren penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak pengumuman tersebut disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

 

Berdasarkan data pasar spot pada Selasa (11/8/2026), nilai tukar Rupiah terpantau bergerak perkasa di kisaran Rp17.790-an per dolar AS. Penguatan ini melanjutkan tren positif dari penutupan perdagangan Senin (10/8) kemarin, di mana mata uang Garuda ditutup menguat tajam 0,79 persen ke level Rp17.755 per dolar AS, sesaat setelah surat presiden (surpres) terkait pencalonan Destri diterima oleh pimpinan DPR.

 

Para pelaku pasar menilai penunjukan Destri Damayanti sebagai calon tunggal merupakan sinyal kuat mengenai stabilitas dan kesinambungan kebijakan moneter di Indonesia. Destri, yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI sekaligus Deputi Gubernur Senior, dipandang sebagai sosok yang sangat memahami anatomi bank sentral dan tantangan ekonomi global saat ini.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa respons positif pasar adalah bukti kepercayaan terhadap kredibilitas Destri. "Pencalonan Ibu Destri memberikan kepastian bagi pasar. Penguatan Rupiah hari ini menjadi salah satu indikator bahwa pasar menyambut baik arah kebijakan yang mengedepankan stabilitas," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (11/8).

 

Rekam Jejak dan Tantangan Kedepan

 

Destri Damayanti bukanlah orang baru di lingkaran kebijakan fiskal dan moneter. Sebelum berlabuh di Bank Indonesia, ia dikenal sebagai ekonom senior dengan jam terbang tinggi di berbagai institusi keuangan ternama. Pengalamannya menakhodai BI sebagai Pjs Gubernur setelah mundurnya Perry Warjiyo dinilai sukses menjaga inflasi dan stabilitas sistem keuangan di tengah volatilitas global.

 

Sejumlah ekonom menilai bahwa tantangan utama Gubernur BI terpilih nantinya adalah menavigasi kebijakan suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi AS dan dinamika harga komoditas energi. Namun, dengan profil Destri yang pro-stabilitas, pasar meyakini BI akan tetap independen dan mampu menjaga daya beli masyarakat.

 

"Pasar menyukai kepastian. Dengan mengajukan calon tunggal yang sudah memiliki rekam jejak teruji di internal BI, pemerintah berhasil meredam spekulasi dan memberikan rasa aman bagi investor," ungkap salah satu analis pasar modal.

 

Meski berstatus calon tunggal, Destri tetap harus menjalani mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI. Proses ini akan menjadi ruang bagi parlemen untuk mendalami visi dan misi Destri dalam memimpin bank sentral selama lima tahun ke depan.

 

Jika berjalan mulus, pelantikan Destri Damayanti sebagai Gubernur BI definitif diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal pemerintah, guna memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di atas 5 persen di tengah tantangan geopolitik dunia yang dinamis.