Brigit Biofarmaka Gelontorkan Rp4,9 Miliar untuk Bangun Ekosistem AI

Brigit Biofarmaka Gelontorkan Rp4,9 Miliar untuk Bangun Ekosistem AI
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk, emiten yang bergerak di industri maklon herbal, kosmetik, minuman fungsional, dan botanikal, resmi memfinalisasi investasi senilai Rp4,9 miliar untuk pengembangan ekosistem Artificial Intelligence (AI). Investasi tersebut ditujukan untuk memperkuat aset teknologi perseroan, terutama dalam mendukung efektivitas kegiatan pemasaran.

Informasi mengenai investasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi tertanggal 17 September 2026. Dokumen tersebut ditandatangani Direktur Utama PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk, Is Heriyanto, S.H.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen menyatakan bahwa investasi telah difinalisasi pada 16 September 2026. Ekosistem teknologi berbasis AI itu dikembangkan untuk membantu perseroan dan pelanggan dalam mengelola berbagai saluran pemasaran digital secara lebih efektif dan otomatis.

Sistem AI tersebut dirancang untuk memahami pergerakan pasar, mengenali kebutuhan pelanggan, serta menyusun dan mengelola materi pemasaran. Teknologi ini juga dapat memberikan analisis mengenai respons pasar yang digunakan sebagai bahan evaluasi dalam menyusun strategi bisnis perseroan.

Dalam pengembangan ekosistem tersebut, Brigit Biofarmaka Teknologi telah mencatatkan hak cipta atas tiga program komputer di Kementerian Hukum Republik Indonesia. Ketiga program berbasis AI tersebut adalah MAXMOOD AI, OTOMUS AI, dan SomAI yang tercatat atas nama perseroan.

Pemanfaatan teknologi AI tersebut difokuskan pada pengoperasian agen pemasaran otomatis di media sosial untuk mendukung peningkatan penjualan sekaligus menekan biaya operasional. Perseroan juga mengharapkan penerapan teknologi ini dapat mengurangi pekerjaan berulang, mempercepat alur kerja, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk aktivitas yang memberikan nilai tambah.

Manajemen menyatakan pengembangan ekosistem AI akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan strategi usaha dan perkembangan teknologi. Dalam jangka menengah hingga panjang, investasi tersebut diproyeksikan memberikan manfaat melalui peningkatan pendapatan, efisiensi biaya, dan profitabilitas yang akan dievaluasi secara berkala.