The Fed Naikkan Bunga, IHSG Terancam Melemah! 6 Saham Ini Jadi Pantauan
Kalcernomics.com - BNI Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (17/9/2026) bergerak sideways dengan kecenderungan melemah setelah bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Dalam laporan BNI Sekuritas Retail Report 17 September 2026, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,38%. Pelemahan tersebut juga disertai aksi jual bersih investor asing atau net sell sekitar Rp592 miliar.
Sejumlah saham yang paling banyak dilepas investor asing pada perdagangan sebelumnya antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
BNI Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berpotensi tertekan menyusul kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin. Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 6.350-6.400, sedangkan area resistance berada pada 6.500-6.540.
Dari pasar global, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (16/9). Dow Jones Industrial Average turun 1,21%, S&P 500 terkoreksi 0,44%, sedangkan Nasdaq Composite relatif stagnan dengan penurunan 0,01%.
Pelemahan Wall Street terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebut pengetatan lebih lanjut kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat untuk mendorong penurunan inflasi yang lebih cepat. Harga minyak mentah Brent juga ditutup turun 2,7%.
Di tengah kondisi pasar tersebut, BNI Sekuritas mencantumkan sejumlah saham dalam trading idea untuk perdagangan hari ini, yakni BRMS, TPIA, PTBA, ASLI, HMSP, dan SMDR. Untuk BRMS, strategi yang diberikan adalah buy on weakness dengan area beli 715-730 dan cut loss di bawah 705. Target dekat berada pada 740-760.
Sementara TPIA direkomendasikan buy on weakness pada area 1.800-1.825 dengan cut loss di bawah 1.790 dan target dekat 1.840-1.860. Untuk PTBA, BNI Sekuritas memberikan strategi speculative buy di level 3.000 dengan cut loss di bawah 2.970 dan target 3.030-3.080.
Adapun ASLI masuk dalam strategi speculative buy dengan area beli 356-360, cut loss di bawah 350, serta target 370-384. HMSP berada dalam strategi sell on high dengan target dekat 665-680, dengan perhatian pada pergerakan apabila menembus level 645-655. Sementara SMDR direkomendasikan speculative buy di area 390, dengan cut loss di bawah 386 dan target 396-402.