Telkomsel Perkuat Bisnis Berbasis AI, Bidik Sumber Pertumbuhan Baru

Telkomsel Perkuat Bisnis Berbasis AI, Bidik Sumber Pertumbuhan Baru
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memperkuat strategi bisnis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu sumber pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Penguatan bisnis berbasis AI menjadi bagian dari transformasi Telkomsel dari perusahaan yang selama ini berfokus pada layanan konektivitas data menuju pemain yang semakin aktif dalam ekosistem ekonomi digital berbasis teknologi.

Strategi tersebut sekaligus membuka peluang bagi Telkomsel untuk mengembangkan model bisnis baru seiring dengan meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi AI. Perkembangan industri telekomunikasi ke depan dinilai tidak hanya bergantung pada kemampuan menyediakan jaringan dan konektivitas, tetapi juga pada kesiapan perusahaan menangkap peluang teknologi masa depan.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mendukung langkah Telkomsel dalam memperkuat fokus bisnis berbasis AI.

Dalam rapat bersama jajaran direksi Telkomsel, Dony menekankan pentingnya perusahaan teknologi dan telekomunikasi untuk tetap adaptif (agile) menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Menurut Dony, tantangan industri telekomunikasi ke depan tidak semata-mata berasal dari persaingan antarperusahaan, tetapi juga kemampuan pelaku industri beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan masa depan.

Karena itu, kolaborasi antarpelaku industri dinilai penting untuk membangun ekosistem telekomunikasi yang sehat sekaligus mampu menghadapi disrupsi teknologi.

“Karena lawannya bukan kita, lawannya adalah future. Mari kita diskusikan apa yang bisa di-sharing, juga enggak ada masalah, tapi kita bikin industrinya sehat,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Melalui penguatan bisnis berbasis AI, Telkomsel diharapkan dapat mempercepat transformasi perusahaan sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru di luar bisnis konektivitas.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong industri telekomunikasi yang lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan pasar di masa mendatang.