Tekanan Global Picu Pelemahan Kripto di Q1 2026

Kondisi pasar kripto pada kuartal I 2026 menunjukkan pelemahan yang tidak terjadi secara tiba-tiba. Banyak Faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut. Analis kripto, Robby, menilai bahwa situasi in...

Tekanan Global Picu Pelemahan Kripto di Q1 2026
Bacakan Artikel

Volume perdagangan harian rata-rata tercatat turun 27,2 persen secara kuartalan, dengan nilai rata-rata mencapai USD 117,8 miliar. Sementara itu, volume perdagangan spot di 10 bursa terbesar dunia mengalami kontraksi lebih dalam, yakni 39,1 persen menjadi USD 2,7 triliun.

Di Indonesia, tren serupa juga terlihat. Data CFX mencatat nilai transaksi kripto pada kuartal I 2026 sebesar Rp75,8 triliun, atau turun 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi secara bertahap dari Januari hingga Maret, mencerminkan pola yang sejalan dengan dinamika global.

Namun, Robby menegaskan bahwa penurunan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh koreksi harga. Ia memaparkan setidaknya tiga faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut.

Pertama adalah tekanan harga global. Robby menjelaskan bahwa Bitcoin mengalami penurunan sekitar 22 persen sepanjang kuartal I, diikuti oleh aset kripto utama lainnya seperti Ethereum, BNB, XRP, dan Solana. Kondisi ini secara langsung menekan kapitalisasi pasar secara keseluruhan.

Kedua adalah faktor geopolitik. Menurutnya, eskalasi konflik yang melibatkan Iran pada Maret 2026 serta meningkatnya risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah memicu lonjakan volatilitas harga minyak. Situasi ini mendorong investor global beralih ke aset yang lebih aman.

โ€œKetika investor global beralih ke emas yang terus mencetak rekor, kripto otomatis kehilangan daya tariknya sebagai alternatif investasi,โ€ ungkap Robby.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: