Mirae Asset Sebut Koreksi Pasar Jadi Momentum Investasi

Tekanan terhadap pasar keuangan global dan domestik terus meningkat sepanjang kuartal kedua 2026. Eskalasi konflik di Timur Tengah, lonjakan Harga minyak dunia, pelemahan rupiah, dan derasnya arus ke...

Mirae Asset Sebut Koreksi Pasar Jadi Momentum Investasi
Bacakan Artikel

Meski demikian, Martha menilai masih terdapat peluang investasi menarik, khususnya di sector perbankan. Empat bank besar nasional yakni BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih positif secara tahunan. BMRI mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,8% YoY berdasarkan kinerja empat bulan pertama 2026, sementara BBRI, BBCA, dan BBNI masing-masing tumbuh 13,7%, 3,8%, dan 5,2% YoY pada kuartal pertama 2026.

โ€œValuasi saham perbankan saat ini sudah berada di level yang cukup menarik secara historis karena Price-to-Book Value (PBV) telah mengalami koreksi signifikan mendekati titik terendah multi-tahun,โ€ jelas Martha.

Selain sektor perbankan, Mirae Asset Sekuritas Indonesia juga menyoroti sejumlah saham pilihan lain dengan kinerja kuartal pertama 2026 yang solid, antara lain ISAT, CMRY, JPFA, MIDI, ERAA, dan SCMA, yang dinilai masih memiliki potensi kenaikan karena harga sahamnya berada di bawah konsensus target Bloomberg.

Dalam menghadapi volatilitas pasar, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan investor untuk melakukan diversifikasi portofolio, meningkatkan porsi instrumen defensif seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), bersikap wait and see terhadap obligasi, serta memilih saham berfundamental kuat dan defensif hingga kondisi pasar lebih stabil.

โ€œVolatilitas bukan sekadar risiko, tetapi juga peluang bagi investor yang disiplin dan berpengetahuan. Melalui Media Day ini, kami berharap investor dapat memahami peta risiko Q2 dengan lebih baik dan mengambil keputusan investasi secara terukur,โ€ tutup Martha.

Pilih Halaman: