Mirae Asset Sebut Koreksi Pasar Jadi Momentum Investasi

Tekanan terhadap pasar keuangan global dan domestik terus meningkat sepanjang kuartal kedua 2026. Eskalasi konflik di Timur Tengah, lonjakan Harga minyak dunia, pelemahan rupiah, dan derasnya arus ke...

Mirae Asset Sebut Koreksi Pasar Jadi Momentum Investasi
Bacakan Artikel

Menurut analis Mirae Asset, BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 4,75% pada RDG Mei 2026, meskipun pasar sebelumnya mengantisipasi kenaikan menjadi 5,0%.

โ€œKenaikan suku bunga memiliki efektivitas terbatas dalam merespons tekanan structural terhadap rupiah. Di sisi lain, ruang pengetatan juga dipengaruhi oleh beban fiskal pemerintah yang cukup besar,โ€ ujar Adityo.

Meski rupiah melemah ke kisaran Rp17.700 per dolar AS, kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) masih relatif stabil di level 12,72% per 13 Mei 2026. Selain itu, melambatnya inflasi domestik di tengah kenaikan inflasi AS dinilai dapat memperlebar gap real interest rate yang berpotensi menjadi bantalan bagi stabilitas rupiah.

Sementara itu, Head of Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Martha Christina menyoroti tekanan yang masih membayangi pasar saham Indonesia sepanjang tahun berjalan. Hingga 19 Mei 2026, IHSG berada di level 6.371 atau melemah 26,3% secara year-to-date (YTD), menjadikannya salah satu indeks dengan kinerja terburuk global berdasarkan ranking YTD IECMD Bursa Efek Indonesia.

Tekanan pasar juga tercermin dari aksi jual bersih investor asing yang terjadi secara konsisten sejak awal tahun, yakni Rp13,3 triliun pada Januari, Rp5,7 triliun pada Februari, Rp10,5 triliun pada Maret, Rp16,8 triliun pada April, dan Rp4,9 triliun hingga pertengahan Mei 2026.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: