Lebih Dari Rp30 Triliun Raib Dalam Pencurian Kripto di 2026
Kalcernomics.com - Laporan TRM Labs menyebut, sepanjang tahun ini, sekitar Us$1,73 miliar atau lebih dari Rp30 triliun lenyap dari ruang kripto melalui berbagai tindak peretasan. Meskipun angka tersebut diklaim lebih rendah dari tahun lalu, namun kondisi itu tetap memperlihatkan ringkihnya celah keamanan dalam industri aset keuangan digital.
Total dana yang berhasil dicuri oleh para penyerang dihasilkan melalui 333 insiden, yang menjadi capaian tertinggi dalam perjalanan industri kripto. Perusahaan memprediksi, sampai dengan akhir tahun ini aksi peretasan masih akan berlangsung dan membawa total kerugian hingga US$2,5 miliar.
Peretasan terbesar yang terjadi dalam periode ini berlangsung di Liquid Network. Sidechain Bitcoin yang dibangun oleh Blockstream untuk memindahkan Bitcoin secara lebih cepat itu mengalami insiden keamanan dan mengakibatkan hilangnya dana sebesar US$319 juta.
Pelaku yang mengaku sebagai whitehat kemudian mengirimkan pesan ke Liquid Network bahwa mereka menemukan celah keamanan dalam cache yang memungkinkan output yang tidak valid lolos sebagai output terverifikasi.
Pelaku yang melancarkan aksinya pada 6 September itu kemudian mencetak 4.000 L-Bitcoin tanpa jaminan dan melakukan penarikan melalui sideswap.
Federasi bursa yang menjalankan Liquid Network langsung membayarkan jumlah tersebut dan sebanyak 3.996 BTC telah sampai ke pelaku.
“Para penyerang berjanji akan mengembalikan dana setelah setiap node berhasil menambal celah keamanan yang mengalami eksploitasi,” jelas TRM Labs.
Sesuai janji, pada 7 September penyerang sudah mengembalikan sekitar 3.400 BTC dan menyisakan 598,5 BTC yang kuat dugaan diklaim sebagai hadiah oleh peretas.
Secara umum, serangan tersebut menjadi contoh nyata bahwa infrastruktur cross chain sangat menarik bagi peretas. Karena wallet cadangan sidechain menaruh sejumlah besar dana hanya di satu tempat, dan jika satu salah satu celah keamanan bisa dijebol,maka mereka akan mudah mengekspos seluruhnya.