Kalcernomics Versi penuh
Emiten

Laba UNTR Merosot 61%. Ada Apa?

Oleh Lia 27 Oct 2026 15:58 2 menit baca

Kalcernomics.com - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan pendapatan bersih Rp90,33 triliun hingga September 2026. Angka tersebut turun 10% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp100,46 triliun. Catatan laba bersih perseroan pun merosot 61% menjadi Rp4,46 triliun dari periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp11,47 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk, Ari Setiyawan mengatakan, pendapatan perseroan turun seiring penurunan kinerja pada segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi sebagai dampak alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah dan penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources.

Namun demikian, hal tersebut sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor kontraktor penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs dolar Amerika Serikat.

“Penjualan emas yang lebih rendah dari Tambang Emas Martabe disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang tersebut. Tambang Emas Martabe telah kembali melanjutkan operasinya pada periode pelaporan triwulan kedua,” ujar Ari, dikutip Selasa (27/10/2026). 

Pihaknya mencatat, laba bersih perseroan tidak termasuk non-recurring items turun 31% menjadi Rp 7,9 triliun, terutama karena penjualan emas yang lebih rendah dari PT Agincourt Resources dan penurunan pendapatan yang sebagian besar mencerminkan dampak dari alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional 2026 yang lebih rendah.

Hingga kuartal ketiga tahun 2026, non-recurring items tercatat senilai Rp3,5 triliun, terutama terdiri dari (i) penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan (ii) pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.

Adapun utang bersih perseroan per 30 September 2026, sebesar Rp 4,6 triliun, dengan rasio gearing sebesar 4,2%, dibandingkan dengan posisi kas bersih sebesar Rp 7,7 triliun per 31 Desember 2025. "Perubahan ini utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas dan program pembelian kembali saham," ungkapnya.

Topik terkait
PT United Tractors Tbk Kinerja UNTR UNTR Emiten