Emiten Konglomerat Surabaya Ini Akui Penjualannya Cemerlang
Kalcernomics.com - PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan dengan merek Blesscon dan Superiore Block yang terafiliasi dengan konglomerat Surabaya, Hermanto Tanoko mengabarkan perolehan kinerja cemerlang di kuartal III tahun ini.
Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp1,4 triliun, meningkat 31% secara tahunan (year on year). Sementara pertumbuhan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp284 miliar, atau tumbuh 484% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur PT Superior Prima Sukses, Andrew mengatakan, pertumbuhan kinerja di kuartal III tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan bata ringan, ekspansi kapasitas produksi, serta optimalisasi utilisasi pabrik.
Perseroan juga mengoptimalkan operasional dan meningkatkan efisiensi untuk mendukung pertumbuhan profitabilitas secara berkelanjutan.
"Pertumbuhan penjualan dan laba hingga kuartal III-2026 mencerminkan upaya perseroan dalam mengoptimalkan kapasitas produksi yang kuat dan jaringan fasilitas yang tersebar di sejumlah wilayah,” jelas Andrew dalam rilis perseroan, Senin (26/10/2026).
Dari sisi operasional, volume produksi BLES mencapai 2.902.730 meter kubik (m³) selama sembilan bulan pertama 2026, naik 10% dibandingkan 2.649.455 m³ pada periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan peningkatan volume produksi, menurut Andrew, tingkat utilisasi pabrik juga mencatatkan kenaikan menjadi 69%, dibandingkan 63% pada periode yang sama tahun lalu.
Selain melalui optimalisasi proses produksi, BLES menjalankan inisiatif efisiensi energi dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di fasilitas produksinya.
"Total kapasitas terpasang panel surya perseroan kini mencapai 4.362 kWp. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan konsumsi energi yang lebih efisien sekaligus memperkuat praktik operasional berkelanjutan," ungkap Andrew.
Saat ini, pihaknya mencatat, pperseroan memiliki kapasitas produksi sekitar 5,6 juta m³ per tahun. Kapasitas tersebut ditopang oleh enam fasilitas produksi yang tersebar di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.