Kalcernomics Versi penuh
Emiten

Emiten Haji Isam Bakal Gelar Rights Issue Jumbo

Oleh Lia 23 Oct 2026 16:11 2 menit baca

Kalcernomics.com -  Emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam,  PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) tengah menyiapkan aksi korporasi rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II senilai maksimal US$463 juta atau sekitar Rp8,19 triliun.

Dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, PACK berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Nilai maksimal rights issue tersebut setara Rp8,196 triliun dengan asumsi kurs Rp17.703 per dolar AS per Agustus 2026.

"Perseroan berencana untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 100.000.000.000 (seratus miliar) saham baru yang akan ditawarkan melalui mekanisme PMHMETD," tulis manajemen PACK dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (23/10/2026).

Dana dari hasil aksi korporasi ini antara lain akan digunakan untuk mengakuisisi dua perusahaan di sektor nikel, yakni PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) dan Denway Development Limited (DDL).

Pelaksanaan rights issue masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 November 2026. Selain itu, pelaksanaan aksi korporasi harus menunggu pernyataan pendaftaran PMHMETD dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bumanik merupakan perusahaan pertambangan bijih nikel. Informasinya, Bumanik memiliki wilayah konsesi seluas 4.778 hektare di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

PACK melalui anak usahanya, PT Daya Unggul Raya dan PT Gemilang Padma Raya, berencana membeli 100 persen saham Bumanik dengan nilai transaksi US$79 juta atau sekitar Rp1,40 triliun. Melalui Transaksi Bumanik, Perseroan berencana untuk mengembangkan kegiatan usahanya di wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Topik terkait
Rights issue Haji Isam BEI Saham PACK PACK