Katalis Belum Jelas, Harga Stellar (XLM) Meroket 9%
Kalcernomics.com - Native token dari jaringan Stellar, XLM memperlihatkan anomali dalam perdagangan pagi ini. Token yang masuk dalam kategori real word assets (RWA) itu memimpin kenaikan dengan mencatatkan lonjakan hingga 9% di pagi tadi. Saat penulisan, harga XLM masih tetap berada di zona hijau dengan bertengger di kisaran US$0,1918 atau naik 5,5% dalam 24 jam terakhir berdasarkan CoinGecko.
Bahkan kenaikan harga XLM melebihi kenaikan aset kripto nomor wahid, Bitcoin (BTC) yang pada pagi tadi sempat berada di level US$78.007 atau naik 1,64%.
Menariknya, lompatan harga itu terjadi di tengah sepinya katalis bagi Stellar. Kabar positif terbaru yang muncul bagi ekosistem Stellar adalah terkait aksi The Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) selaku lembaga kliring Wall Street yang mengatakan akan menghubungkan platform sekuritas tokenisasi ke jaringan Stellar.
Langkah tersebut dipercaya akan memperluas upaya perusahaan yang ada di Wall Street untuk memindahkan aset traditional finance (TradFi) ke blockchain.
Salah satu analis pasar , Celal Kucuker mengatakan di X bahwa Stellar memiliki salah satu grafik terbersih saat ini. Ia memandang, dari sisi teknikal, level US$2,50 kemungkinan akan tercapai
“Kenaikan 15 kali lipat dari pergerakan besar tidak akan menjadi hal yang mengejutkan,” tulisnya.
Harus di akui, narasi terkait RWA memang tengah naik daun belakangan ini. Kondisi itu terjadi setelah banyak entitas yang berniat untuk melakukan tokenisasi aset keuangan ke ruang kripto.
Data terbaru dari RWA Foundation memperlihatkan bahwa dana yang ditokenisasi berkembang dengan cepat dan Stellar juga BNB Chain memimpin dengan menambah lebih dari US$2,5 miliar market cap sepanjang tahun ini. Sementara Solana mengekor dengan US$1,2 miliar.
Situasi itu memperlihatkan semakin kuatnya narasi terkait RWA dan bagaimana Stellar mampu mendominasi ruang tokenisasi.