Kalcernomics Versi penuh
Ekonomi & Bisnis

Jurus Iran Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Konflik, Lewat Bitcoin dan Tether

Oleh Adi Wiratno 13 Sep 2026 08:11 2 menit baca

Kalcernomics.com - Konflik yang melanda Iran dan Amerika Serikat (AS) masih belum menunjukkan tanda akan berakhir. Pemilik salah satu jalur perdagangan minyak dunia itu tetap kokoh dalam menghadapi berbagai serangan yang dilakukan oleh AS, baik yang bersifat militer maupun non militer alias ekonomi.

Pertahanan yang dimiliki Iran memang patut diacungi jempol. Pasalnya sudah sejak lama negara yang sekarang dipimpin oleh Masoud Pezeshkian itu mengalami pembatasan ekonomi (embargo) dari barat, namun negeri tersebut masih sanggup menopang perekonomian dalam negerinya secara mandiri.

Laporan Financial Times menyebut, Iran terus berupaya menjaga kelancaran perdagangan di tengah konflik melalui aset kripto. Salah satu aset keuangan digital itu dianggap mampu menjadi jalan keluar untuk memutar dana ekspornya tetap mengalir.

Beberapa aset kripto yang marak digunakan adalah Tether dan juga Bitcoin (BTC). Keduanya menggunakan blockchain yang terlepas dari jaring bank konvensional dalam mekanisme operasinya.

Stablecoin yang dimiliki Tether, USDT banyak digunakan oleh sejumlah pihak untuk memangkas birokrasi transaksi luar negeri. Karena melalui blockchain, dana bisa langsung masuk ke wallet penerima tanpa harus mendapatkan persetujuan dari bank koresponden.

Selain itu, USDT memiliki paritas dalam bentuk dolar AS, sehingga memudahkan pencatatan akuntansi dan penerapan harga secara lintas batas menjadi lebih mudah. 

Tetapi harus juga diingat, Tether juga bisa melakukan pembekuan token dengan perintah dari regulator terkait. Membuat pergerakan stablecoin sedikit terbatas.

Laporan lain menyebut, nilai transaksi kripto di Iran pada 2025 mengalami peningkatan drastis menjadi sekitar US$10 miliar di tahun 2025. Menunjukkan kuatnya upaya negara untuk tetap menjaga perekonomian dalam badai peperangan sengit.

Topik terkait
bitcoin Iran tether usdt btc