Investasi Pokemon Lebih Cuan Ketimbang S&P 500 dan Kripto

Pertumbuhan nilai kartu Pokemon dalam 3 bulan terakhir lebih tinggi ketimbang S&P 500 dan Bitcoin

Investasi Pokemon Lebih Cuan Ketimbang S&P 500 dan Kripto
Bacakan Artikel

Demam trading card Pokemon kembali mewabah. Kartu yang pertama kali muncul pada tahun 1996 itu, kini digadang mampu menyalip indeks saham teratas di Amerika Serikat (AS), S&P 500 dan Bitcoin untuk pertumbuhan keuntungan yang dihasilkan dalam 3 bulan ke belakang.

 

Mengacu pada data Rand Group, nilai dari kartu Pokemon selama tiga bulan ke belakang mengalami pertumbuhan 22,8%. Sementara S&P 500 hanya mampu meraih pertumbuhan 4,7%. Nilai lebih buruk terjadi pada aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Bitcoin (BTC) yang harus rela menorehkan penurunan nilai hingga 20,7% dalam 3 bulan terakhir.

 

Positifnya pertumbuhan nilai kartu Pokemon sejalan dengan penjualan trading card secara keseluruhan di tingkat ritel. Target dan Walmart, raksasa peritel asal Amerika Serikat mengakui hal tersebut.

 

Penjualan kartu koleksi di Target melambung hampir 70% sejak awal tahun dengan pendapatan tahunan diproyeksi akan mencapai lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp18 triliun. Sementara Walmart melaporkan pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi lagi, yakni mencapai 200% pada Februari 2024 hingga Juni 2025, dan khusus kartu Pokemon meningkat lebih dari 10 kali lipat secara tahunan.

 

Akankah Bernasib Seperti NFT?

 

Memanfaatkan tingginya partisipasi publik terhadap trading card, beberapa platform juga mulai menyediakan perdagangan kartu Pokemon berbasis blockchain. Jupiter misalnya, decentralized exchange (DEX) yang berbasis di Solana itu merilis fitur baru agar para kolektor bisa membeli dan memperdagangkan trading card fisik, seperti Pokemon maupun One Piece di onchain.

 

Fitur yang dinamakan Jupiter Gacha itu, memungkinkan koleksi kartu fisik yang telah mengalami autentikasi dan mendapatkan sertifikasi untuk dikonversi menjadi aset digital berbasis blockchain.

 

Meskipun pengembangannya masih tahap beta, namun pengguna sudah bisa membeli paket kartu secara acak yang berisi kartu Pokemon maupun One Piece asli granded dari lembaga autentikasi.

 

Nah di Indonesia, skema tersebut juga baru saja diadopsi oleh crypto exchange lokal Indodax. Melalui DAX Rewards, pengguna berpeluang untuk mendapatkan kartu Pokemon langka.

 

Namun harus juga dipahami, demam barang koleksi di blockchain seringkali tidak berumur panjang. Sebagai contoh, beberapa tahun lalu, koleksi non-fungible token (NFT) Bored Ape Yacht Club (BAYC) langka sempat memiliki floor price sekitar US$1,29 juta, tetapi sekarang harganya anjlok hingga 90%.

 

Redupnya tren pasar digital dan berkurangnya minat untuk melakukan spekulasi dalam kondisi ekonomi seperti sekarang dituding menjadi salah satu penyebabnya. Lantas apakah Pokemon dan trading card yang sedang hype sekarang akan mengalami hal yang sama?