IHSG Ngacir Terkerek Kinerja Emiten, IPOT Rekomendasikan Saham-Saham Breakout Resistance

Para pelaku pasar makin optimis memandang pasar saham sehingga membuka peluang bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Apalagi jika ditambah dengan hasil kinerja emi...

IHSG Ngacir Terkerek Kinerja Emiten, IPOT Rekomendasikan Saham-Saham Breakout Resistance
Bacakan Artikel

Indri meyakini para pelaku pasar di seluruh dunia saat ini masih melirik prospek mengenai pengenaan tarif impor yang akan ditetapkan kepada barang-barang yang masuk ke Amerika Serikat. Rencananya, Presiden Donald Trump akan menetapkan tarif impor baru pada tanggal 1 Agustus 2025 mendatang secara bersamaan.

Sementara itu, telah didapatkannya kesepakatan mengenai besaran tarif impor yang ditetapkan oleh Amerika Serikat pada Indonesia, yakni sebesar 19% ditambah lagi dengan sentimen positif dari Bank Indonesia yang telah memutuskan untuk memangkas tingkat suku bunga acuan ke level 5,25% menggairahkan market dalam negeri. Selain itu, mayoritas pelaku pasar saat ini tengah mencari tahu prospek pemangkasan suku bunga lanjutan di sepanjang semester II 2025 yang berpotensi menambah sentimen positif bagi market.

"Para pelaku pasar menilai peluang terjadinya pemangkasan tingkat suku bunga acuan di semester II 2025 masih terbuka lebar, sebanyak 54% diantaranya meyakini bahwa Amerika Serikat akan memangkas suku bunga acuannya di bulan September mendatang, sehingga Bank Indonesia pun memiliki prospek yang sama kedepannya," tegas Indri.

"Kombinasi dari meredanya aksi jual investor asing, pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, dan prospek penurunan tarif impor AS menciptakan momentum beli yang kuat. Kami melihat peluang signifikan pada saham-saham dengan fundamental solid yang secara teknikal menunjukkan sinyal breakout," imbuh Indri.

Proyeksi Pekan Ini

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: