IHSG Ngacir Terkerek Kinerja Emiten, IPOT Rekomendasikan Saham-Saham Breakout Resistance

Para pelaku pasar makin optimis memandang pasar saham sehingga membuka peluang bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Apalagi jika ditambah dengan hasil kinerja emi...

IHSG Ngacir Terkerek Kinerja Emiten, IPOT Rekomendasikan Saham-Saham Breakout Resistance
Bacakan Artikel

kalcernomics.com Para pelaku pasar makin optimis memandang pasar saham sehingga membuka peluang bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Apalagi jika ditambah dengan hasil kinerja emiten yang bagus di kuartal 2 atau semester 1, IHSG diprediksi terus menguat.

Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany Travelin Yunus menegaskan IHSG diprediksi bergerak menguat dalam rentang support 7150 hingga resistance 7400, setelah sepanjang pekan lalu bergerak bervariasi cenderung menguat sebesar (+3,75%) dalam rentang pergerakan 7.071 hingga 7.402 (low to high) dan berakhir di level 7.312.

Tercatat asing melakukan aksi jual di pekan lalu namun perlahan mereda dan hanya 2 sektor yang mengalami pelemahan sepanjang pekan lalu sementara sisanya menguat. Sektor yang menjadi pemberat laju IHSG ialah sektor Consumer Cyclicals dengan pelemahan sebesar (-3,59%) karena para pelaku pasar mulai meninggalkan saham-saham yang defensif.

Sementara itu, sektor yang menjadi penopang laju IHSG ialah sektor Technology yang menguat sebesar (+19,88%) yang didukung oleh penguatan saham saham DCII sebagai saham dengan bobot terbesar dalam sektor tersebut. Saham DCII ditutup menguat sebesar lebih dari +60% dalam sepekan dan membuat Bursa Efek Indonesia melabeli saham tersebut dengan UMA.

Indri menambahkan ada sejumlah sentimen pendorong IHSG pada pekan 14-18 Juli 2025 lalu, mulai dari Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor yang dikenakan untuk Indonesia turun menjadi 19% dari sebelumnya 32% MSCI yang digadang-gadang akan memasukan saham BREN, PTRO dan CUAN sebagai bahan evaluasi untuk rebalancing indeks MSCI periode berikutnya hingga Bank Indonesia yang memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 5,25% sesuai dengan konsensusnya

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: