Didorong Ekspor, Laba Bersih TRIS Terbang 12,2%
PT Trisula International Tbk (TRIS) menutup paruh pertama tahun 2026 dengan kinerja yang solid. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp57,9 miliar, yang berarti meningkat 12,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan laba ini secara berbarengan didorong oleh pertumbuhan penjualan yang mencapai Rp889,6 miliar atau naik 15,9% secara tahunan.
Faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba dan penjualan ini adalah lonjakan signifikan pada pasar ekspor. Sepanjang semester pertama 2026, TRIS mencatatkan nilai ekspor sebesar Rp530,5 miliar, yang mengalami kenaikan 20,3% dari periode sebelumnya yang hanya mencapai Rp440,8 miliar.
Akibatnya, pasar ekspor kini menyumbang 60% dari total penjualan Perseroan, sementara pasar domestik tercatat sebesar Rp359,1 miliar.
Beralih ke segi segmentasi usaha, segmen Manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan. Segmen ini meraih pendapatan sebesar Rp703,8 miliar atau tumbuh 13,9% YoY, yang menyumbang sekitar 65% dari total pendapatan.
Diikuti oleh segmen Distribusi yang mencatatkan kenaikan 42,5% menjadi Rp203,43 miliar. Selain itu, segmen Seragam juga tumbuh 37,9% YoY menjadi Rp89,5 miliar. Namun, di sisi lain, segmen Ritel menghadapi tantangan daya beli sehingga hanya mencatatkan pendapatan sebesar Rp79,3 miliar.
Selain itu, dalam laporan keuangan terbaru, TRIS memasukkan segmen Perhotelan sebagai tambahan, sejalan dengan aksi korporasi yang telah dilakukan.
Segmen ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,6 miliar, yang sekaligus mencerminkan peran TRIS sebagai perusahaan induk dengan portofolio bisnis yang semakin beragam. Meskipun demikian, TRIS tetap berfokus pada bisnis garmen dan tekstil sebagai fondasi utama.
Keberhasilan Perseroan dalam mencetak laba bersih ini didukung oleh pendekatan bisnis yang menekankan fleksibilitas dan kustomisasi produksi.
Berbeda dengan pemain lain yang mengandalkan pesanan massal, TRIS memproduksi barang sesuai kebutuhan spesifik pelanggan. Selain itu, inovasi juga terus digalakkan melalui tim riset dan pengembangan serta platform Trisula Innovation Center (TIC).
Ke depannya, TRIS akan menginvestasikan belanja modal sebesar Rp35 miliar untuk peremajaan mesin dan renovasi fasilitas guna meningkatkan efisiensi operasional.