Buyback Rp500 Miliar Dimulai Besok, Kalbe Farma Bidik Kenaikan EPS

Buyback Rp500 Miliar Dimulai Besok, Kalbe Farma Bidik Kenaikan EPS
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com -  PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai nominal maksimal Rp500 miliar. Aksi korporasi tersebut akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 16 September hingga 16 Desember 2026.

 
Rencana buyback disampaikan manajemen Kalbe Farma melalui keterbukaan informasi yang telah di publikasikan, Selasa (15/9/2026).
 
Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Maria Teresa Fabiola mengatakan, pelaksanaan buyback mengacu pada Surat OJK No. S-112/D.04/2026 tanggal 9 September 2026 mengenai kebijakan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Aksi tersebut juga mengacu pada POJK No. 13 Tahun 2023 dan POJK No. 29 Tahun 2023.
 
Menurut Maria, seluruh dana untuk pelaksanaan buyback berasal dari dana internal perseroan. Sementara itu, biaya jasa perantara pedagang efek dan biaya terkait lainnya diperkirakan maksimal 0,1% dari total nilai buyback.
 
Penggunaan dana internal untuk aksi tersebut diperkirakan menyebabkan penurunan pendapatan bunga sekitar Rp8,4 miliar setelah periode buyback berakhir. Meski demikian, perseroan menilai dampak tersebut tidak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
 
Di sisi lain, berkurangnya jumlah saham yang beredar di publik serta mempertimbangkan penurunan pendapatan bunga diproyeksikan meningkatkan laba per saham (earnings per share/EPS) proforma Kalbe Farma menjadi Rp81,44. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan EPS tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp80,51.
 
Pelaksanaan transaksi buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan jasa perantara pedagang efek. Harga pembelian akan mengikuti harga yang dianggap wajar sesuai dengan ketentuan OJK yang berlaku.
 
Manajemen Kalbe Farma berharap aksi buyback tersebut dapat meningkatkan keyakinan investor terhadap nilai fundamental saham perseroan. Selain itu, saham treasuri yang diperoleh melalui aksi tersebut dapat dialihkan kembali pada masa mendatang dengan nilai optimal, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.