Kalcernomics Versi penuh
the big picture

Bitcoin Anjlok 2%, Waspadai Sejumlah Tekanan Ini

Oleh Adi Wiratno 16 Sep 2026 16:07 3 menit baca

Kalcernomics.com - Harga Bitcoin (BTC) berada di bawah tekanan di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap sejumlah agenda ekonomi dan kebijakan global pada pekan ini. Berdasarkan data CoinGecko, Bitcoin berada di kisaran US$75.525 dengan mencatatkan koreksi 2% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan tersebut terjadi setelah Bitcoin sebelumnya kembali menembus level US$78.000, namun masih menghadapi tekanan untuk mempertahankan momentum kenaikan.

 

Pelaku pasar kini mengantisipasi sejumlah agenda penting, terutama keputusan kebijakan moneter bank sentral utama serta perkembangan regulasi aset kripto di Amerika Serikat. Fokus Pasar Beralih ke Kebijakan The Fed Salah satu katalis utama pekan ini adalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September.

 

Pasar mencermati keputusan suku bunga sekaligus proyeksi ekonomi terbaru dari Federal Reserve. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed juga mengalami perubahan signifikan. Berdasarkan materi pasar, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September telah meningkat hingga sekitar 87%. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

 

Karena suku bunga yang lebih tinggi berpotensi membuat likuiditas menjadi lebih ketat dan meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar, yang pada akhirnya dapat membatasi ruang kenaikan aset kripto dalam jangka pendek.

 

Namun, reaksi Bitcoin tidak hanya akan ditentukan oleh keputusan suku bunga. Pelaku pasar juga akan memperhatikan pernyataan bank sentral, proyeksi suku bunga atau dot plot, serta pandangan terhadap inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja.

 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pasar kripto saat ini berada dalam fase yang sangat sensitif terhadap perkembangan makroekonomi.  Ia melihat pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang menunggu kepastian dari sejumlah katalis besar.

 

Menurutnya, investor perlu melihat lebih jauh dari sekadar pergerakan harga harian. Keputusan The Fed dan arah kebijakan moneter ke depan akan menjadi faktor penting dalam menentukan bagaimana pasar merespons.

 

Bitcoin Masih Menghadapi Resistance US$80.000

 

Dari sisi teknikal, level US$80.000 masih menjadi area penting bagi Bitcoin. Dalam perdagangan sebelumnya, BTC sempat mencapai sekitar US$78.276 tetapi belum mampu menembus level tersebut secara meyakinkan. Area US$80.000–US$83.000 juga menjadi salah satu zona resistance yang diperhatikan pasar.

 

Jika Bitcoin mampu menembus dan mempertahankan harga di atas area tersebut, sentimen bullish berpotensi kembali menguat. Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan BTC kembali kehilangan level US$76.000–US$77.000, pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi yang lebih dalam.

 

Sebagai catatan, saat ini perhatian pasar tidak hanya berada di The Fed, pasar juga menunggu keputusan dari BOE dan BOJ. Bank of England (BOE) dijadwalkan akan mengambil keputusan kebijakan pada 17 September, sementara Bank of Japan (BOJ) akan menggelar pertemuan pada 17–18 September.

 

BOE saat ini mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75%. Sementara itu, BOJ menargetkan suku bunga overnight call rate sekitar 1% setelah kenaikan pada Juni. Rangkaian keputusan tersebut membuat pekan ini menjadi periode penting bagi pasar global. Perubahan ekspektasi suku bunga di Amerika Serikat, Inggris, maupun Jepang dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko dan arus likuiditas global.

 

Disamping kebijakan moneter, pasar kripto juga menghadapi agenda politik dan regulasi di Amerika Serikat. Senat AS telah melakukan pemungutan suara prosedural terhadap Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) pada 15 September. Materi final CLARITY Act mencakup sejumlah ketentuan terkait regulasi aset digital, stablecoin rewards, decentralized finance (DeFi), regulasi komoditas, serta ketentuan etika pemerintahan. Hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa mosi cloture untuk melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang hanya mendapat 49 suara setuju dan 50 suara menolak. Membuat buntu, jalan untuk menghadirkan aturan kripto pertama di AS.

 

 

 

 

Topik terkait
bitcoin Clarity Act aset kripto Amerika Serikat