Kalcernomics Versi penuh
Ekonomi & Bisnis

Bank Indonesia Putuskan BI Rate Tetap Di 5,75 Persen

Oleh Ahmad Syarifudin 20 Aug 2026 00:27 2 menit baca

Kalcernomics.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 5,75 persen. 

Sementara itu untuk suku bunga deposit facility diputuskan tetap pada level 4,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan tetap pada level 6,5 persen. 

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan keputusan yang diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) ini guna menjaga nilai tukar rupiah dan juga inflasi terjaga.

"Rapat Dewan Gubernur pada telah memutuskan untuk tetap mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen. Lalu suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 4,75 persen dan suku bunga lending facility tetap pada level 6,5 persen," katanya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu.

Destry menambahkan Bank Indonesia juga terus memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk modal asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Termasuk, meningkatkan likuiditas dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).

Keputusan ini menurutnya tetap konsisten untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, menjaga pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5±1% pada tahun 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut Destry menambahkan kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran," tutupnya

Topik terkait
Bank Indonesia BI rate RDG