Aksi Jual Investor Asing Rp82,55 triliun Warnai Laju IHSG

Aksi Jual Investor Asing Rp82,55 triliun Warnai Laju IHSG
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 3,28% dalam sepekan ini (periode 28 September s.d. 2 Oktober 2026). Pelemahan IHSG  terjadi dengan aktivitas perdagangan saham yang  menunjukkan pergerakan beragam.

Pada Jumat (2/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berakhir di level 6.036, atau -3,28% dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya sebesar 6.241. Sementara nilai kapitalisasi pasar BEI terkoreksi 2,55% dari Rp10.905 triliun menjadi Rp10.627 triliun.

Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun 7,54% menjadi 1,68 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,82 juta kali transaksi.

Meskipun demikian, rata-rata volume transaksi harian naik 72,51% menjadi 50,37 miliar saham dari 29,20 miliar saham pada pekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian naik 5,40% menjadi Rp12,63 triliun dari Rp11,98 triliun.

Aksi jual bersih (net sell) investor asing secara kumulatif sepanjang 2026 mencapai Rp82,55 triliun. D
emikian disampaikan Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Menurut Elsierra, BEI telah melakukan beberapa penyempurnaan kebijakan pada tahun ini untuk memperkuat mekanisme transaksi, memperdalam pasar modal, dan meningkatkan fleksibilitas pelaku pasar.

Salah satunya penyesuaian batas harga minimum Efek Bersifat Ekuitas dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) dari Rp50 menjadi Rp1 yang dilaksanakan pada Senin (28/9/2026).

Kemudian ketentuan terkait Papan Pemantauan Khusus yang dilaksanakan melalui Peraturan I-X dan II-X dengan menghapus kriteria pemantauan berbasis harga, likuiditas, free float, dan aktivitas perdagangan. Sedangkan untuk kriteria fundamental, seperti laporan keuangan, pendapatan, ekuitas negatif, serta PKPU atau kepailitan tetap dipertahankan.

Selanjutnya, BEI juga memulai transaksi Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS) pada Kamis (1/10/2026), di mana pada tahap awal, investor individu domestik dapat mengakses skema perdagangan ini melalui dua Anggota Bursa yang sudah mengantongi izin.

Adapun lima saham awal yang terdapat dalam daftar efek IDSS, yaitu ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF.