Kalcernomics Versi penuh
the big picture

Wall Street Tertekan, BNI Sekuritas Prediksi IHSG Koreksi Wajar

Oleh Himawan 02 Sep 2026 07:06 2 menit baca

Kalcernomics.com - BNI Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi wajar pada perdagangan Rabu (2/9/2026), setelah indeks domestik menguat signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Dalam laporan riset ritel BNI Sekuritas, IHSG pada Selasa (1/9/2026) ditutup menguat 1,14%. Penguatan tersebut turut disertai aksi beli bersih investor asing sekitar Rp1,76 triliun. Saham yang paling banyak dibeli investor asing antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

BNI Sekuritas menetapkan area support IHSG pada level 6.540-6.570, sementara area resistance berada di kisaran 6.620-6.700. Proyeksi koreksi tersebut disampaikan di tengah tekanan yang terjadi di pasar global, khususnya setelah bursa saham Amerika Serikat mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa.

Wall Street ditutup melemah dengan S&P 500 turun 0,71%, Nasdaq Composite terkoreksi 1,03%, dan Dow Jones Industrial Average merosot 0,79% atau lebih dari 400 poin. Tekanan pasar dipicu kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak yang kemudian mendorong imbal hasil obligasi AS dan kembali meningkatkan perhatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,2%, sedangkan Brent naik 4,6% setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. BNI Sekuritas juga mencatat bursa Asia cenderung melemah pada perdagangan 1 September 2026, antara lain Nikkei 225 turun 0,15%, Hang Seng 0,93%, CSI 300 0,3%, dan ASX 200 sebesar 0,1%. Di dalam negeri, inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% secara bulanan, 3,19% secara tahunan, dan 1,86% secara tahun berjalan.

Untuk strategi perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memasukkan enam saham dalam daftar trading idea, yakni INDY, VKTR, RAJA, AMMN, JARR, dan SQMI. INDY direkomendasikan speculative buy pada area Rp2.730-Rp2.770 dengan target Rp2.790-Rp2.830. VKTR pada area Rp915-Rp930 dengan target Rp945-Rp970. Sementara RAJA direkomendasikan buy if break Rp825 dengan target Rp840-Rp850.

Adapun AMMN direkomendasikan speculative buy pada area Rp4.340-Rp4.360 dengan target Rp4.410-Rp4.450. JARR pada area Rp3.000-Rp3.060 dengan target Rp3.100-Rp3.140, sedangkan SQMI pada area Rp82-Rp85 dengan target Rp91-Rp98. BNI Sekuritas juga menetapkan batas cut loss untuk masing-masing saham sesuai level yang tercantum dalam laporan riset.

Topik terkait
BNI Sekuritas Prediksi Market Prediksi Saham Analis Analisa Saham IHSG Indeks Harga Saham Gabungan