Tertekan Rebalancing MSCI dan Royalti Tambang, IPOT Sodorkan Trading PNLF, BDMN, MAPI dan XIHD

Dalam sepekan perdagangan dan trading saham 4-8 Mei 2026 lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis sebesar +0,18%, dengan pergerakan yang cenderung sideways di tengah tarik-...

Tertekan Rebalancing MSCI dan Royalti Tambang, IPOT Sodorkan Trading PNLF, BDMN, MAPI dan XIHD
Bacakan Artikel

Di sisi lain, perhatian pasar global kini tertuju pada pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, dimana isu perang Iran diperkirakan akan mendominasi agenda pembahasan.

"Kondisi ini berpotensi mempersempit ruang negosiasi untuk isu-isu krusial lainnya seperti tarif perdagangan dan pasokan rare earth, sehingga ketidakpastian pada dua isu tersebut kemungkinan masih akan bertahan dalam waktu dekat," jelas Hari.

Sementara itu dari sisi makro domestik, terdapat sejumlah agenda dan perkembangan kebijakan yang perlu dicermati pelaku pasar dalam waktu dekat.

โ€œRebalancing MSCI Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 kemungkinan tidak menghadirkan pendatang baru, namun tetap berpotensi memicu pergeseran bobot saham yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar secara keseluruhan,โ€ jelasnya.

Dari sisi kebijakan, Kementerian ESDM telah menggelar public hearing pada 8 Mei 2026 terkait usulan perubahan tarif royalti untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak dan ini bukan sekadar wacana mengingat kebijakan tersebut ditargetkan mulai berlaku pada Juni 2026.

Dari seluruh komoditas yang terdampak, jelas Hari, emas mencatatkan kenaikan tarif paling signifikan secara persentase di batas bawah hingga +100%, yang memberikan tekanan langsung di tengah harga emas global yang saat ini berada di level sangat tinggi, sementara timah menjadi komoditas yang paling terpukul secara keseluruhan karena kenaikan tarif terjadi di kedua ujung rentang sekaligus.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: