Siap-siap! Erajaya Siapkan Rp500 Miliar untuk Borong Sahamnya Sendiri, Ada Apa?

Siap-siap! Erajaya Siapkan Rp500 Miliar untuk Borong Sahamnya Sendiri, Ada Apa?
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi pasar modal yang sedang mengalami fluktuasi secara signifikan. 

Pelaksanaan buyback saham ini berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 13 Tahun 2023. Selain itu, aksi korporasi ini juga mengacu pada Surat Edaran OJK No. S-10/D.04/2026 mengenai kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang bergejolak. 

Dalam aksi korporasi ini, Erajaya mengalokasikan anggaran maksimal sebesar Rp500 miliar. Besaran dana tersebut sudah mencakup biaya perantara pedagang efek serta biaya-biaya pendukung lainnya yang berkaitan langsung dengan proses transaksi. 

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jumlah saham yang akan dibeli kembali ditetapkan sebanyak-banyaknya 797.500.000 lembar. Batas maksimum ini setara dengan 5 persen dari modal disetor perusahaan, sehingga masih jauh di bawah ambang batas maksimal 20 persen yang diizinkan regulasi OJK. 

Proses buyback saham akan dilaksanakan secara bertahap dalam kurun waktu tiga bulan, terhitung mulai 4 September 2026 hingga 4 Desember 2026. Seluruh transaksi pembelian kembali saham tersebut akan dieksekusi langsung di Bursa Efek Indonesia dengan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai mitra perantara. 

Untuk membiayai aksi korporasi ini, manajemen Erajaya sepenuhnya mengandalkan sumber dana dari kas internal perusahaan. Penggunaan kas internal ini diasumsikan akan mengurangi total nilai aset dan ekuitas perusahaan sebesar nilai saham yang dibeli kembali beserta biaya transaksinya. 

Berdasarkan proforma keuangan, total aset Erajaya diperkirakan menyesuaikan dari Rp28,85 triliun menjadi Rp28,35 triliun, sementara ekuitas berubah dari Rp10,17 triliun menjadi Rp9,67 triliun. Kendati demikian, angka laba bersih diproyeksikan tetap stabil di angka Rp1,19 triliun dengan nilai Earnings Per Share (EPS) yang tidak mengalami perubahan, yaitu sebesar Rp75,68. 

Manajemen menegaskan bahwa aksi buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional maupun prospek pertumbuhan Erajaya. Perusahaan meyakini masih memiliki struktur permodalan yang kuat serta arus kas yang memadai untuk menjalankan ekspansi bisnis bersamaan dengan pembiayaan transaksi ini.