PTBA Bukukan Laba Bersih Rp4,41 Triliun

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp4,41 Triliun
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp4,41 triliun dan EBITDA sebesar Rp7,19 triliun, dengan net profit margin dan EBITDA margin berturut-turut di angka 13%
dan 20%.

Pendapatan usaha perseroan tercatat sebesar Rp35,20 triliun hingga September 2026, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 18% secara tahunan, sejalan dengan penguatan harga batu bara global yang tercermin dari kenaikan indeks Newcastle dan ICI-3 masing-masing 
sebesar 25% dan 26% secara tahunan.

Corporate Secretary Division Head, Eko Prayitno menyampaikan, penguatan harga jual tersebut mampu mengimbangi penurunan volume penjualan sebesar 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Dari sisi komposisi penjualan, pasar domestik berkontribusi sebesar 52% terhadap total volume penjualan, sementara pasar ekspor menyumbang 48%," jelas Eko Prayitno dalam keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).

Adapun lima negara tujuan ekspor terbesar perseroan, menurut Eko, meliputi Bangladesh, Vietnam, India, Kamboja, dan Thailand.

Hingga September 2026, beban pokok pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp27,94 triliun, meningkat sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi oleh peningkatan harga bahan bakar sebesar 36% secara tahunan, yang berdampak pada biaya operasional penambangan dan pengangkutan batu bara.

Dampak kenaikan biaya bahan bakar diimbangi oleh penurunan stripping ratio dari 5,98x menjadi 5,59x, serta penurunan volume produksi dan angkutan batu bara masing-masing sebesar 4% dan 10% secara tahunan.

Kondisi tersebut turut mendukung pengendalian beban pokok pendapatan perseroan sepanjang periode 
berjalan. Sementara itu, beban operasional meningkat sebesar Rp266,77 miliar atau 13% secara tahunan, sejalan dengan perkembangan aktivitas operasional sepanjang periode berjalan.

Didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan pengendalian beban pokok pendapatan, lanjut Eko, perseroan dapat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,41 triliun.

"Ke depan, PTBA akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, serta percepatan penyelesaian proyek-proyek strategis. Juga mendorong diversifikasi usaha melalui pengembangan bisnis energi dan hilirisasi batu bara sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan energi yang berkelanjutan," ungkap Eko. 

Pihaknya berharap, berbagai langkah strategis tersebut dapat memperkuat daya saing perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.