Pos Properti Siapkan Co-living dan Kawasan Harjamukti Jadi Motor Bisnis Baru

PT Pos Properti Indonesia mempercepat langkah ekspansinya di tengah tekanan industri properti nasional dengan meluncurkan tiga inisiatif bisnis strategis sekaligus. Langkah tersebut meliputi pengemba...

Pos Properti Siapkan Co-living dan Kawasan Harjamukti Jadi Motor Bisnis Baru
Bacakan Artikel

Penguatan lini ini memanfaatkan jaringan aset dan rekam jejak panjang Pos Properti dalam mengelola gedung-gedung bersejarah milik PT Pos Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Keahlian dalam transformasi fungsi bangunan (adaptive reuse) dan renovasi bernilai heritageโ€”termasuk kesuksesan inisiatif Pos Bloc sebagai creative hubโ€”menjadi diferensiasi kuat perusahaan di tengah persaingan jasa konstruksi nasional.

"Kapabilitas Design & Construction yang kami bangun bukan semata unit bisnis baru, melainkan kelanjutan dari keahlian kami dalam mengelola, merestorasi, dan mentransformasi aset. Kami memiliki pengalaman teknis yang teruji, SDM bersertifikat, dan portofolio proyek yang nyata. Kami siap mengkomersialisasikan keahlian tersebut untuk siapa saja yang tertarik berkolaborasi," jelas Abdul Hadi, Chief Operating Officer PT Pos Properti Indonesia.

Kawasan Perumahan Harjamukti Depok: Hunian Milenial Dekat LRT
Melalui kemitraan strategis dengan Ruma Development, Pos Properti Indonesia turut mengembangkan kawasan perumahan di Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Depok. Berdiri di atas lahan seluas 7.925 mยฒ, proyek ini berlokasi sangat strategis di antara empat wilayah penyangga Jabodetabek (Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor) serta hanya berjarak beberapa menit dari Stasiun LRT Harjamukti dan akses Tol Cibubur.

Proyek ini akan menghadirkan sekitar 60 unit rumah dengan harga mulai dari Rp1,4 miliar yang ditujukan bagi keluarga muda dan pembeli rumah pertama (first-time homebuyers). Melalui skema pembiayaan dan persetujuan bank, konsumen sudah dapat memiliki hunian dengan estimasi cicilan sekitar Rp12 jutaan per bulan.

Langkah ini diambil untuk merespons data pasar yang menunjukkan bahwa 55 persen pembeli rumah di Jabodetabek pada tahun 2024 berasal dari usia produktif yang mendambakan hunian strategis dekat transportasi publik. Mengusung pendekatan urban living, kawasan ini mengintegrasikan fasilitas komersial, ruang hijau, dan lingkungan ramah keluarga yang sejalan dengan tren hunian 2026 yang menekankan kenyamanan fungsional sehari-hari.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: