Perry Mundur dari BI, Bagaimana Dampaknya ke Kripto Indonesia?
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia
Perry Warjiyo secara resmi mundur dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI). Langkah yang terjadi secara mendadak ini membuat pasar riuh, pasalnya kondisi tersebut berlangsung saat gejolak ekonomi global maupun lokal tengah berada pada tensi yang cukup tinggi.
Harga minyak dunia sempat menyentuh level US$100 per barel, imbas belum meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, nilai tukar rupiah juga belum menunjukkan keperkasaannya, bahkan tidak lama setelah pengumuman pengunduran diri Perry, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
Meskipun tidak memiliki pengaruh langsung terhadap harga Bitcoin (BTC) maupun aset kripto lainnya, lantaran sifatnya sebagai aset global. Kemunduran diri Perry tetap menjadi perhatian bagi investor aset digital tanah air.
Mengingat peran dan fungsi Bank Indonesia selama ini dalam menjaga stabilitas niilai tukar rupiah dan menetapkan kebijakan moneter lainnya, akan memengaruhi selera pasar dalam menentukan strategi investasi yang tepat dalam ruang kripto.
Nah sekarang, nama Destry Damayanti muncul sebagai sosok pengganti sementara Perry Warjiyo. Dia memastikan bahwa tidak ada perubahan arah kebijakan moneter, meski terjadi transisi kepemimpinan.
Ia juga mengimbau agar market tidak panik, karena Bank Indonesia akan tetap menjalankan kebijakan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Dimana prioritas utama adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, baik melalui intervensi di pasar valuta asing melalui pasar spot maupun domestic non deliverable forward (DNDF).
Menengok ke belakang, pada 2019 lalu saat pemilihan calon tunggal Deputi Gubernur Bank Indonesia, Destry menyebut bahwa Bitcoin maupun Libra mirip uang monopoli lantaran belum mendapat pengakuan dari bank sentral di seluruh dunia.
Destry juga menjelaskan bahwa sistem yang digunakan oleh BTC berada di luar bank sentral, yang sekaligus menjadi tantangan bagi bank sentral untuk terus melakukan sinergi dan mempelajari juga menguasai teknologi keuangan.