OJK Dorong Teknologi Keuangan Buka Akses Pembiayaan UMKM di Daerah
Kalcernomics.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi antara pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri teknologi, serta perguruan tinggi.
Penguatan sinergi itu diwujudkan melalui Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah melalui Pemanfaatan ITSK yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 di Batam, Kepulauan Riau.
Forum tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang mendorong pemanfaatan produk dan layanan sektor jasa keuangan untuk mendukung sektor ekonomi unggulan di daerah.
Program PED sejalan dengan agenda strategis OJK, antara lain pendalaman pasar keuangan, peningkatan pembiayaan, penguatan ekosistem UMKM, serta peningkatan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan pemanfaatan teknologi sektor keuangan dapat membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan.
"Teknologi keuangan kita dapat membuka akses pembiayaan yang sebelumnya belum terjangkau oleh sektor keuangan," kata Adi dalam sambutan pembukaan forum, Senin (31/8/2026).
Menurut Adi, kolaborasi lintas daerah dan sektor menjadi faktor penting dalam mengembangkan ekosistem keuangan berbasis teknologi. Kolaborasi tersebut mencakup regulator, industri, perguruan tinggi, hingga masyarakat.
Ia menekankan perkembangan ekonomi digital perlu memberikan manfaat yang lebih luas dengan tetap memperhatikan aspek kepercayaan, keamanan, dan keberlanjutan ekosistem.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal menyampaikan bahwa transformasi digital perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, karakteristik Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan membuat pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk memperluas jangkauan layanan keuangan, termasuk bagi masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.
"Pulau yang jauh tidak boleh berarti jauh dari layanan keuangan. Masyarakat di wilayah perbatasan tidak boleh tertinggal dalam mengakses teknologi. UMKM di daerah tidak boleh kalah hanya karena keterbatasan akses terhadap pasar dan pembiayaan," kata Andri.
Andri menilai digitalisasi transaksi perlu diintegrasikan dengan pembukuan usaha, pemanfaatan data transaksi, akses pembiayaan, pemasaran digital, serta peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.
Karena itu, forum tersebut diharapkan menghasilkan agenda konkret, di antaranya percepatan digitalisasi UMKM, perluasan pembiayaan sektor produktif, penguatan pembayaran digital dan transaksi pemerintah daerah, serta peningkatan literasi dan pelindungan konsumen.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi keuangan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan keuangan.