Jakarta Bakal Terbitkan Obligasi. Gen Z Bisa Cuan?

Jakarta Bakal Terbitkan Obligasi. Gen Z Bisa Cuan?
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan pertemuan bilateral dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani di Civic Hall, New York, Amerika Serikat pada pekan kemarin, Minggu (20/9/2026).

Pada pertemuan ini, Pramono pun mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan menerbitkan obligasi sebagai salah satu skema pembiayaan pembangunan infrastruktur perkotaan, dan mendapatkan respons positif dari Mamdani. 

Bahkan Mamdani menawarkan kerja sama pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Jakarta. “Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah," kata Mamdani, dikutip dari siaran pers, Selasa (22/9/2026).

Mamdani mengungkapkan, New York telah lama memanfaatkan instrumen obligasi untuk mendanai berbagai proyek infrastruktur publik, mulai dari pengolahan limbah hingga fasilitas pelayanan masyarakat.

Menyoroti rencana penerbitan obligasi daerah (municipal bonds) oleh Pemprov DKI yang disebut-sebut berpotensi menyerap dana segar sebesar Rp3,5 triliun, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, pihaknya tengah mengkaji potensi penerbitan obligasi daerah.

Selain Jakarta, sejumlah pemerintah daerah (pemda) juga menjajaki penerbitan obligasi di pasar modal. “Penjajakan banyak, tapi ini political will,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026).

Penerbitan obligasi dilakukan sebagai salah satu strategi pendanaan untuk menunjang kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski demikian, penerbitan obligasi ini masih tersandung persetujuan dari pemerintah pusat. 

Sejauh ini, penerbitan obligasi (surat utang) memiliki potensi penyerapan dana yang prospektif. Terutama oleh investor institusi dan ritel. Potensi daerah dan imbal hasil (yield) dari obligasi menjadi hal yang akan menarik perhatian pasar. Tidak terkecuali bagi investor dari kalangan Gen Z.

Trading Economics mengungkapkan, yield SBN saat ini berada di level 7,29%, sedang yield obligasi korporasi AAA dengan tenor 10 tahun di level 7,88%. Diproyeksikan yield obligasi daerah akan berada di kisaran menengah dari angka tersebut.

Proyek berwawasan lingkungan (Green Bond) dinilai akan menarik minat investor di tengah isu keberlanjutan (ESG) yang dibangun, terutama bagi investor yang peduli terhadap isu tersebut.