Antisipasi The Fed dan RDG BI, Rupiah Melemah di Level Rp17.884

Antisipasi The Fed dan RDG BI, Rupiah Melemah di Level Rp17.884
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS hari ini, Selasa (22/9/2026) kembali melemah sebanyak 37 poin atau 0,21 persen, menembus angka Rp17.884 dari perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp 17.847 per dolar. 

Kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) menjadi 3,75 - 4,00 persen pada pekan lalu, Rabu (16/9/2026) disebut-sebut membayangi pergerakan rupiah yang dalam beberapa hari terakhir melemah. Terlebih proyeksi terbaru The Fed juga menyebutkan kenaikan suku bunga 2026 akan berada di kisaran 4,1 persen pada akhir tahun. 

Tak ayal, kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan pelaku pasar dalam mengelola portofolio investasi dan aset. Pasalnya, prospek kebijakan tersebut memberikan dukungan bagi dolar AS dan imbal hasil obligasi treasury tetap tinggi.

Selain itu, dari sisi internal, pelemahan rupiah juga dipengaruhi aksi wait and see pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), yang salah satunya membahas kebijakan suku bunga acuan pada 22-23 September ini.

Pelemahan rupiah tercatat mewarnai pergerakan mata uang Asia lainnya, antara lain Won Korea yang menguat 1,33%, Baht Thailand 0,34%, Rupee India 0,23%, Yen Jepang 0,20%, Peso Filipina 0,14%, Dolar Taiwan 0,09%, Dolar Singapura 0,10%. Ringgit Malaysia 0,06%, Dolar Hong Kong 0,03%, dan Yuan China yang tertekan tipis 0,08%.