IHSG Terperosok di Level 6.277,04, Apa yang Terjadi?
Kalcernomics.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (22/9/2026) berakhir di zona merah di level 6.277,04, terperosok hingga 107,68 poin atau 1,69% dengan nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 13,97 triliun.
Sepanjang perdagangan, IHSG berada di level 6.258,44 - 6.423,84 dengan 139 saham di zona hijau, 533 saham yang mengalami koreksi, dan 118 saham lainnya stagnan.
Penurunan IHSG pada hari ini terjadi di tengah bursa saham Asia lainnya yang cenderung mengalami penguatan. Indeks Nikkei 225 misalnya, menguat 1,38%, indeks Straits Times 0,86%, indeks Hang Seng 0,18%, dan indeks Shanghai Composite 0,06%.
Apa yang sebenarnya terjadi? Ya, pelemahan IHSG tidak lepas dari tekanan aksi jual investor saham yang ditengarai sejumlah sentimen pasar keuangan. Dari sisi domestik, pelemahan terjadi menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar pada 22-23 September ini, sehingga investor cenderung wait and see.
Selain itu, nilai tukar rupiah yang saat ini menembus angka Rp 17.884 per dolar AS juga menjadi salah satu pertimbangan investor, sambil mencermati stabilitas pasar keuangan dalam negeri dan kondisi geopolitik politik global, serta arus modal asing.
Di samping itu, sentimen eksternal datang dari bagaimana respons investor terhadap Vietnam yang sebelumnya berada di posisi frontier market, kini menjadi emerging market di FTSE Russell.
Meskipun ini bukan faktor dominan, Vietnam sebelumnya tercatat memiliki bobot terbesar di FTSE Frontier Index, yang dinilai “seksi” sehingga tidak heran kondisi ini dapat mengalihkan capital flow investor global.