Kalcernomics Versi penuh
market mood

Harga Batubara Global Membaik, Laba Bersih PTBA Melonjak Signifikan di Enam Bulan Pertama 2026

Oleh Himawan 01 Sep 2026 14:53 2 menit baca

Kalcernomics.com - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,65 triliun pada semester pertama tahun 2026 (1H26)

. Angka ini melonjak 218 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp833,04 miliar
.

Pertumbuhan laba tersebut disokong oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp22,03 triliun

. Penguatan ini terjadi seiring kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 10 persen YoY, ditopang kenaikan Indeks Newcastle sebesar 25 persen dan ICI-3 sebesar 15 persen
.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menyatakan bahwa perseroan berhasil memanfaatkan penguatan harga batubara global melalui strategi penjualan yang adaptif dan program efisiensi yang terukur

.

"Di tengah momentum penguatan harga batubara global, Perseroan mampu mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi penjualan yang adaptif, yang didukung oleh pelaksanaan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran," ujar Bambang

.

Dari total penjualan sebesar 21,10 juta ton

, porsi pasar domestik menyumbang 51 persen dan ekspor sebesar 49 persen
. Volume ekspor tercatat naik 5 persen YoY menjadi 10,33 juta ton
, dengan lima negara tujuan utama meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand
.

Di sisi biaya, beban pokok pendapatan PTBA turun 2 persen YoY menjadi Rp17,78 triliun

, dipengaruhi oleh penurunan volume operasional dan stripping ratio yang membaik menjadi 5,26x
. Meski biaya bahan bakar sempat meningkat akibat kenaikan harga BBM hingga Rp19.503 per liter pascakonflik Selat Hormuz
, efisiensi operasional dinilai mampu meredam tekanan biaya tersebut
.

Hingga 30 Juni 2026, total aset PTBA tumbuh 10 persen menjadi Rp48,10 triliun

, sementara kas dan setara kas melonjak 52 persen menjadi Rp6,88 triliun
. Perseroan juga mencatatkan realisasi belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp1,09 triliun atau 30 persen dari target tahunan
, yang difokuskan pada pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan
.

Topik terkait
PT Bukit Asam (Persero) Tbk PTBA Batu Bara Emiten Tambang Kinerja PTBA