Kalcernomics Versi penuh
the big picture

Rumor Sebut Haji Isam Bakal Caplok Saham BYAN 62,2%, Benarkah?

Oleh Adi Wiratno 18 Aug 2026 13:38 2 menit baca

Perdagangan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada sesi pertama hari ini (18/8) melonjak secara signifikan. Entitas yang dikendalikan oleh Dato Low Tuck Kwong itu, harga sahamnya saat ini berada di harga auto reject atas (ARA) atau melesat lebih dari 19% ke kisaran 17.275.

 

KInerja moncer itu kuat diduga merupakan imbas dari bergulirnya isu yang menyebut bahwa Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam tengah bersiap untuk membeli 62% saham BYAN senilai US$5,5 miliar atau nyaris mencapai Rp100 triliun.

 

Meski begitu, belum terdapat pernyataan resmi dari kedua belah pihak terkait rencana strategis ini. Namun yang jelas, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan yang terafiliasi dengan Jhonlin Group milik Haji Isam sudah mengumumka nakan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya berlangsung pada 21 September mendatang.

 

Kabar tersebut  muncul ketika terdapat postingan yang melaporkan bahwa Haji Isam bersama pemegang saham pengendali BYAN, Dato Low Tuck Kwong dan pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI), Norman Joesoef terlihat melakukan peninjauan area operasoinal tambang Bayan Resources di Kurai Kartanegara, Kalimantan Timur.

 

Rumor juga menyebut bahwa kepemilikan saham Dato Low Tuck Kwong menjadi target dalam aksi anorganik Haji Isam.

 

Merespons hal itu, analis market Desmond Wira melalui utas X menyebut bahwa rumor tersebut masih harus dikaji kebenarannya. Karena, jika mengacu pada kapitalisasi pasar BYAN saat ini yang mencapai Rp480 triliun, maka harga wajar untuk akuisisi senilai 62,2% adalah sebesar Rp298 triliun. 

 

Sementara harga yang disebut-sebut tengah disiapkan adalah sebesar US$5,5 miliar atau sekitar Rp100 triliun.

 

Topik terkait
Akuisisi Akuisisi Perusahaan Saham Haji Isam Bayan Resources BYAN Low Tuck Kwong