Analis: Fokus pada Fundamental Jadi Kunci Prospek Saham BACH ke Depan
PT Bach Multi Global Tbk, Saham BACH
Kalcernomics.com - PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang solid seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital nasional. Meski pergerakan harga saham pasca Initial Public Offering (IPO) cenderung stabil dan tidak seagresif emiten lain pada periode yang sama, fundamental dan model bisnis Perseroan dipandang menjadi pijakan utama bagi investor.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Alif, menyatakan bahwa pola pergerakan saham pasca-IPO merupakan fenomena wajar yang dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Menurutnya, pergerakan tersebut justru mencerminkan karakter Perseroan yang lebih berfokus pada pengembangan bisnis secara berkelanjutan dibanding mengejar sentimen jangka pendek.
"Yang lebih penting adalah bagaimana perusahaan mampu menciptakan nilai secara berkelanjutan. Dari sisi fundamental, BACH berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan hampir 40% menjadi Rp1,73 triliun pada 2025, sementara laba bersih meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp155 miliar. Itu menunjukkan pertumbuhan bisnis yang didukung kinerja operasional, bukan sekadar momentum pasar," ujar Alif.
Transformasi Model Bisnis dan Diversifikasi Layanan
Alif menilai masih ada mispersepsi di kalangan pasar modal mengenai portofolio bisnis Perseroan. Sebagian investor masih menganggap BACH sebatas penyedia generator set (genset), padahal ruang lingkup usahanya telah bertransformasi menjadi penyedia solusi infrastruktur terintegrasi.
Selain penjualan dan penyewaan genset, BACH kini mengoperasikan lini bisnis:
-
Konstruksi, instalasi, pemeliharaan, serta managed service untuk infrastruktur telekomunikasi.
-
Pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dan pekerjaan Civil Mechanical Electrical (CME).
-
Fiber optic deployment, preventive & corrective maintenance, hingga mobile backup power.
Diversifikasi ini dinilai membuat struktur pendapatan Perseroan menjadi lebih seimbang melalui kombinasi proyek baru dan pendapatan berulang (recurring income).
Peluang Ekosistem Digital dan Sinergi Grup Djarum
Prospek BACH diproyeksikan makin kuat berkat meningkatnya investasi sektor telekomunikasi, perluasan jaringan 5G, fiberisasi, dan pertumbuhan industri data center di Indonesia.
Masuknya BACH ke dalam ekosistem Grup Djarum melalui Global Telekomunikasi Prima sebagai pengendali juga menjadi nilai tambah strategis. Langkah ini membuka potensi sinergi dengan berbagai entitas digital di grup tersebut, seperti Protelindo, TOWR, SUPR, hingga iForte.
"Sinergi tersebut bukan hanya berpotensi menciptakan peluang proyek baru, tetapi juga meningkatkan kualitas recurring revenue melalui kontrak layanan jangka panjang. Namun tentu seluruh peluang tersebut tetap harus dijalankan berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan pertimbangan bisnis yang profesional," jelas Alif.
Selain telekomunikasi, peluang ekspansi BACH juga terbuka lebar di sektor-sektor lain yang membutuhkan keandalan pasokan listrik, seperti data center, manufaktur, kawasan industri, pertambangan, hingga proyek infrastruktur nasional.
Tantangan dan Fokus Fundamental
Meski memiliki prospek cerah, Alif mengingatkan beberapa risiko dan tantangan yang perlu dikelola Perseroan, antara lain:
-
Fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
-
Ketergantungan terhadap pemasok luar negeri.
-
Tingkat persaingan industri.
-
Kebutuhan modal kerja yang relatif besar.
Di sisi pasar modal, Alif menyarankan agar manajemen tetap berfokus pada penguatan kinerja internal ketimbang mengejar target masuk ke indeks saham tertentu seperti LQ45 atau MSCI.
"Masuk ke indeks merupakan konsekuensi dari kinerja yang baik, bukan tujuan utama. Jika perusahaan mampu menjaga pertumbuhan laba, meningkatkan likuiditas saham, memperkuat tata kelola, dan mempertahankan kualitas keterbukaan informasi, peluang untuk memenuhi kriteria berbagai indeks akan terbuka dengan sendirinya," tuturnya.
Ia menyimpulkan, nilai strategis BACH terletak pada transformasinya dari penyedia solusi energi menjadi penyedia solusi infrastruktur digital terintegrasi—nilai tambah yang dinilai belum sepenuhnya terefleksikan oleh pasar saat ini.