Penurunan Bitcoin Disebut Belum Usai, Level US$70.000 Kemungkinan Bisa Tersentuh

Penurunan Bitcoin Disebut Belum Usai, Level US$70.000 Kemungkinan Bisa Tersentuh
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - Setelah kehilangan level US$76.000, harga Bitcoin (BTC) diprediksi masih akan melanjutkan penurunan. Seorang investor kawakan di X menulis bahwa aset kripto nomor wahid itu kemungkinan akan turun kembali ke level US$72.000 hingga US$70.000 sebelum berbalik arah.

 

Ted Pillows dalam utasnya mengatakan di X bahwa Bitcoin telah menembus level EMA 50W. Kondisi itu membuat penurunan ke zona US$70.000 sangat mungkin terjadi sebelum trennya kembali naik.

 

Pernyataannya menarik diskusi publik, beberapa pihak memandang bahwa analisis Ted masuk akal karena level EMA 50W yang sudah tertembus, namun sejumlah pihak lainnya tetap optimistis bahwa BTC akan memantul sebelum penurunan lebih dalam terjadi.


Sementara itu, MaxCrypto melalui utas X mengatakan bahwa kondisi yang terjadi pada Bitcoin memang dipenuhi oleh para penjual (bear). Saat ini likuidasi posisi short 3 kali lebih banyak ketimbang posisi long.

 

Kondisi itu sepertinya menjadi salah satu penyebab turunnya harga BTC hingga ke kisaran US$75.000.

 

“Mungkin Bitcoin bisa turun sedikit, tetapi potensi kerugian maksimal jelas ada di upsde,” tulisnya.

 

Sejatinya, masih belum bisa dipastikan bagaimana pergerakan aset kripto nomor wahid itu ke depannya. Mengingat sejumlah faktor makro dan geopolitik masih belum cukup memberikan katalis positif pada Bitcoin.

 

Namun, analis sekaligus trader teknikal, Lennaert Snyder menjelaskan bahwa skenario terbaik menurutnya untuk Bitcoin adalah aset tersebut akan terkonsolidasi hingga FOMC, dan rilis tersebut akan memicu satu gelombang koreksi lagi.

 

“Jika FOMC memicu gelombang koreksi, saya berencana untuk melakukan long pada potensi gelombang koreksi ke atas. Kuncinya adalah menunggu hingga harga dan spread kembali normal setelah rilis, dan kemudian mencari peluang trading. Scalping lokal mungkin saja dilakukan, tetapi saya bukan penggemar beratnya. Jika Anda memiliki posisi trading terbuka atau melakukan trading sebelum FOMC, pastikan risiko Anda terlindungi sebelum rilis tersebut,” tutur Snyder.