Kebijakan Baru BEI Menekan Laju IHSG

Kebijakan Baru BEI Menekan Laju IHSG
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,97% ke level 6.181,43 hingga penutupan perdagangan sesi I, Senin (28/9/2026). Pelemahan IHSG terjadi sejak pembukaan perdagangan di awal pekan ini dengan level terendah di posisi 6.174,30.

Melemahnya IHSG diikuti Indeks LQ45 yang tercatat -0,86% ke level 615.796. Sebanyak 496 saham melemah, 193 saham menguat, dan 102 saham stagnan.

Volume perdagangan pada sesi I perdagangan hari ini senilai Rp23,38 miliar, dengan nilai transaksi Rp 6,41 triliun. Frekuensi saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 1.020.488 kali.

Diketahui, pelemahan IHSG di awal pekan ini seiring otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan kebijakan baru mengenai batas harga terendah menjadi Rp1 dari skema awal Rp50 per lembar saham. Sejumlah saham yang selama ini terpaku di harga gocap pun kena imbasnya.

"Kebijakan ini diharapkan memperluas ruang perdagangan dan meningkatkan kualitas pembentukan harga, terutama bagi saham yang selama ini stagnan di batas minimum. Namun, perubahan tersebut juga berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham berharga rendah," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Senin (28/9/2026).

Selain itu, BEI juga menerapkan aturan baru batasan Auto Rejection untuk efek bersifat ekuitas, dan dana investasi infrastruktur (Dinfra) di pasar reguler dan tunai.

Perubahan ini diatur dalam dua SK Direksi BEI yaitu SK nomor Kep-00136/BEI/09-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, dan SK Direksi BEI Nomor Kep-000137/BEI/09-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-O tentang Perdagangan Unit Penyertaan Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di Bursa.