IHSG Terkoreksi 2,14%. Potensi Capital Outflow Berlanjut?
Kalcernomics.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot lebih dari 2% pada perdagangan hari ini, Kamis (15/10/2026). Data Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG berada di level 5.815,76 pada pukul 11.58 WIB - 11.59 WIB setelah terkoreksi -2,14%.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG menunjukkan pelemahan di posisi 5.917,13, turun sebanyak 25,89 poin atau 0,44% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Tekanan jual yang terus berlanjut membuat IHSG terkapar menjauhi level 6.000.
Koreksi yang terjadi pada perdagangan hari ini dinilai sebagai dampak dari meningkatnya ketegangan geopolitik global, dan konflik Timur Tengah yang semakin memanas. Terlebih setelah terjadinya serangan yang dilaporkan merusak kompleks perusahaan minyak raksasa Saudi, Aramco di Dhahran.
Selain itu beberapa data ekonomi AS dan China juga menunjukkan angka di luar ekspektasi. Inflasi Amerika Serikat (AS) per September 2026 naik 3,7% secara year on year, dipicu lonjakan harga energi.
Kenaikan inflasi mempengaruhi pergerakan indeks dolar AS, di mana pada perdagangan Rabu indeks menyentuh 102,555 yang menjadi level tertingginya sejak April 2025.
Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran bank sentral AS akan memperketat kebijakan moneter, dan the Fed berpotensi akan kembali menaikkan suku bunga acuannya di tahun ini.
Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut dinilai akan membuat yield treasury AS tetap tinggi, hingga di atas 5 persen. Sehingga investor mempertimbangkan kembali untuk menempatkan dananya pada aset berisiko di negara berkembang dan berpotensi memicu capital outflow.
Pada perdagangan hari ini, sejumlah indeks di Asia juga melemah, antara lain indeks Shanghai Composite mengalami koreksi -1,74%, indeks Nikkei -4,98%, dan indeks Hang Seng -1,13%.
So, gimana menurut kalian, akankah potensi capital outflow di pasar modal berlanjut?