IHSG Berupaya Bangkit, Kurs Rupiah Masih Bertengger di Rp18.000-an
Kalcernomics.com - Berbeda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatatkan penguatan 0,95% di level 5.439 pada akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,11% menjadi Rp18.080 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah mencatatkan koreksi selama 3 hari berturut-turut, dan dalam sepekan terakhir, kurs rupiah spot melemah 0,29% dari posisi Rp18.027 per dolar AS.
Pada perdagangan hari ini, kurs rupiah JISDOR berada di posisi Rp18.069, atau melemah 0,12%. Sementara dalam sepekan ini kurs rupiah JISDOR tercatat melemah 0,09%.
Konflik Timur Tengah dan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, serta menguatnya dolar AS dinilai menekan nilai tukar rupiah pekan ini. Pun dari sisi internal, tekanan rupiah turut dipengaruhi terjadinya kenaikan pada harga minyak dan pangan, sehingga dinilai akan berdampak pada kondisi fiskal dan stabilitas perekonomian.
Seiring pelemahan yang terjadi pada rupiah, perdagangan hari ini juga diwarnai dengan turunnya beberapa mata uang Asia lainnya, antara lain Dolar Taiwan -0,16%, Peso Filipina -0,12%, Rupee India -0,11%, Baht Thailand -0,08%, Dolar Hong Kong -0,07%, dan Dolar Singapura serta Ringgit Malaysia masing-masing mencatatkan penurunan 0,04%.