Direktur BEI: Pasar Modal Diwarnai Volatilitas Global, Namun Tetap Resilien

Direktur BEI: Pasar Modal Diwarnai Volatilitas Global, Namun Tetap Resilien
Bacakan Artikel

Kalcernomics.com - Di tengah dinamika perdagangan saham yang bergerak volatile, manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan terus berupaya melakukan pendalaman pasar, memperkuat daya saing, dan kualitas pasar. 

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi mengatakan, BEI mengusung empat pilar utama dalam transformasi Pasar Modal. Keempat pilar tersebut, yaitu peningkatan transparansi, penguatan integritas, peningkatan investability, dan upaya membangun kepercayaan investor global.

Arah pengembangan tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis seperti peluncuran IDX Green Equity Designation, ETF Emas, penguatan program Liquidity Provider, penyesuaian Minimum Floor Price menjadi Rp1, Intraday Short Selling, serta penyempurnaan metodologi High Shareholding Concentration (HSC).

"Rangkaian langkah ini selaras dengan Master Plan BEI 2026–2030 untuk mewujudkan bursa yang likuid, kredibel, dan kompetitif secara global demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional," jelas Iding Pardi saat menyampaikan special remarks pada gelaran Investor Daily Summit 2026, dikutip Senin (12/10/2026).

Menurut Iding, dinamika Pasar Modal Indonesia sepanjang 2026 diwarnai volatilitas global, namun tetap menunjukkan resiliensi dengan pemulihan gradual IHSG ke level 6.036 per 2 Oktober 2026 serta aktivitas perdagangan sekunder yang aktif melalui Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp20,7 triliun.

Selain itu, pendalaman pasar juga didukung oleh bertambahnya 11,8 juta investor baru sepanjang 2026 hingga menembus total 32,2 juta SID, dan penghimpunan dana pasar perdana sebesar Rp150,4 triliun.