News and Education Versi penuh
Emiten

Bidik Pasar Rp15 Triliun, ADES Tambah Kegiatan Usaha Baru di Industri Permen

Oleh Mase 13 Jun 2026 22:13 3 menit baca

Kalcernomics.com - PT Akasha Wira International Tbk berencana melakukan diversifikasi usaha dengan merambah bisnis industri kembang gula (KBLI 10734) untuk memproduksi permen gummy dengan fokus pada konsep indulgent dan functional gummy. Langkah strategis ini diambil guna menyerap potensi pertumbuhan pasar industri confectionery di Indonesia yang nilainya diestimasikan mencapai kisaran USD 850 juta hingga USD 950 juta (setara Rp13,6 triliun hingga Rp15,2 triliun) pada tahun 2026. Meskipun perseroan telah memiliki KBLI industri cokelat dan kembang gula lainnya, penambahan kode KBLI baru ini menjadi prasyarat mutlak untuk memenuhi kesesuaian registrasi produk pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk merealisasikan ekspansi tersebut, emiten berkode saham ADES ini mengalokasikan investasi sebesar Rp46,215 miliar yang bersumber sepenuhnya dari kas internal perseroan. Alokasi dana tersebut digunakan untuk pengadaan aset berupa tanah seluas 4.766 meter persegi senilai Rp4,42 miliar, bangunan seluas1.794 meter persegi senilai Rp4,09 miliar, serta mesin produksi sebesar Rp37,69 miliar. Seluruh fasilitas produksi baru ini ditempatkan di pabrik perseroan yang berlokasi di Jalan Raya Cikande Rangkasbitung KM 10, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Berdasarkan studi kelayakan yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Budi, Edy, Saptono dan Rekan (KJPP BEST) pada 12 Juni 2026, proyek pengembangan usaha ini dinyatakan layak secara pasar, teknis, manajemen, pola bisnis, maupun keuangan. Analisis keuangan memproyeksikan parameter investasi yang sangat sehat, dengan nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp216,416 miliar dan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 159,92%, jauh melampaui tingkat pengembalian yang diasumsikan sebesar 8,55%. Selain itu, proyeksi Payback Period (PP) diperkirakan tercapai dalam waktu 1 tahun 9 bulan.

Ekspansi di lini bisnis kembang gula ini diyakini akan mendongkrak kinerja keuangan perseroan secara signifikan sepanjang periode 2026 hingga 2030. ADES memproyeksikan laba bersih dari kegiatan usaha baru ini sebesar Rp12,19 miliar pada tahun pertama (2026) dan diperkirakan melonjak hingga Rp110,27 miliar pada tahun 2030 seiring dengan peningkatan pendapatan operasional. Manajemen juga menargetkan rata-rata Gross Profit Margin (GPM) berada di level 49,50%, Operating Profit Margin (OPM) sebesar 40,59%, dan Net Profit Margin (NPM) sebesar 31,66%.

Guna menyokong kelancaran operasional pabrik di Cikande, perseroan berencana menyerap 63 tenaga kerja baru yang akan diposisikan mulai dari level manajer, supervisor, staf, hingga operator, dengan memprioritaskan SDM yang berasal dari wilayah Kabupaten Serang. Manajemen juga telah menunjuk Rinaldi, seorang profesional lulusan Teknologi Pangan IPB yang berpengalaman luas di industri sugar confectionery, sebagai tenaga ahli utama. Untuk pasokan bahan baku seperti sirup glukosa dan gula, perseroan mengandalkan pasokan lokal, sementara bahan baku impor seperti gelatin dibatasi hanya sekitar 10% hingga 15%.

Sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha, rencana diversifikasi ini memerlukan persetujuan dari para pemegang saham. Oleh karena itu, direksi akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 17 Juni 2026, bertempat di pabrik perseroan, Gunung Putri, Bogor. Keputusan strategis ini wajib memenuhi kuorum kehadiran dan persetujuan minimal 2/3 bagian dari seluruh pemegang saham yang memiliki hak suara sah.

Topik terkait
PT Akasha Wira International Tbk Saham ADES Diversifikasi Usaha Bisnis Permen