Kalcernomics Versi penuh
market mood

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp6,16 Triliun, Total Sepanjang 2026 Capai Rp50,63 Triliun

Oleh Himawan 08 Sep 2026 08:31 3 menit baca

Kalcernomics.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham atau sekitar Rp6,16 triliun. Dengan keputusan tersebut, total dividen Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun.

Total tersebut terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

Keputusan pembagian dividen interim telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi Bank Mandiri pada 3 September 2026. Informasi tersebut kemudian disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 September 2026.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pembagian dividen interim ditopang oleh kinerja keuangan yang solid serta posisi permodalan dan likuiditas yang memadai.

Menurutnya, kondisi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus mempertahankan kapasitas pertumbuhan bisnis.

“Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel,” ujar Novita dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

Dari sisi kinerja, secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.592 triliun atau tumbuh 17,6% secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan kredit tersebut diikuti peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,6% YoY menjadi Rp1.687 triliun. Sementara itu, total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.358 triliun, tumbuh 20,7% YoY.

Pada periode yang sama, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp37,5 triliun, meningkat 22,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan bisnis tersebut juga diiringi dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 1%.

Novita menegaskan, pembagian dividen interim merupakan bagian dari kebijakan pengelolaan permodalan Bank Mandiri yang dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan kebutuhan ekspansi bisnis sekaligus kepentingan pemegang saham.

Perseroan memastikan pembagian dividen tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perusahaan.

“Dengan permodalan dan likuiditas yang terjaga, Bank Mandiri memiliki kapasitas memadai untuk membagikan dividen sekaligus melanjutkan ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif,” kata Novita.

Adapun dividen interim akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada recording date 17 September 2026.

Untuk pasar reguler dan negosiasi, cum dividend ditetapkan pada 15 September 2026 dan ex dividend pada 16 September 2026. Sementara di pasar tunai, cum dividend jatuh pada 17 September 2026 dan ex dividend pada 18 September 2026.

Pembayaran dividen interim dijadwalkan berlangsung pada 2 Oktober 2026.

Pembagian dividen tersebut berlangsung menjelang peringatan HUT ke-28 Bank Mandiri pada 2 Oktober 2026. Tahun ini, Bank Mandiri mengusung tema “Tumbuh Bersama Majukan Indonesia”, yang mencerminkan komitmen perseroan untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham dan mendukung perekonomian nasional.

Topik terkait
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Saham BMRI Dividen Deviden Dividen Interim Aksi Korporasi