Kalcernomics Versi penuh
Pasar Modal

10 Saham Top Losers BEI Pekan Ini Tekor Hingga 35 Persen

Sebanyak 10 saham masuk daftar top losers di BEI sepanjang perdagangan 3-7 Agustus 2026, meski IHSG justru menguat 2,78 persen. Penurunan terdalam dialami BACH yang terkoreksi 35,2 persen dalam sepekan.

Oleh Maswan 08 Aug 2026 14:46 4 menit baca

Sepanjang perdagangan 3-7 Agustus 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah saham mengalami tekanan jual yang cukup dalam dan masuk ke daftar top losers pekan ini. Menariknya, pelemahan itu terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak menguat 2,78 persen ke level 6.409,6.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan indeks tidak selalu diikuti oleh kinerja merata pada seluruh saham. Di tengah penguatan IHSG, ada 10 saham yang justru mengalami penurunan harga tajam, dengan koreksi mulai dari 9,2 persen hingga 35,2 persen dalam sepekan perdagangan.

Daftar 10 saham top losers BEI pekan ini

Berikut daftar 10 saham yang masuk jajaran top losers BEI pada periode perdagangan 3-7 Agustus 2026 berdasarkan data yang tersedia:

  • PT Bach Multi Global Tbk (BACH) — turun 35,2 persen dari Rp 880 menjadi Rp 570 per saham.
  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) — anjlok 21,9 persen dari Rp 5.050 menjadi Rp 3.940 per saham.
  • PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) — terkoreksi 17,2 persen dan ditutup pada level Rp 2.400 per saham.
  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) — melemah 16,1 persen ke posisi Rp 1.615 per saham.
  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) — turun 16 persen dan berakhir di level Rp 5.250 per saham.
  • PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) — tergelincir 11 persen hingga menutup pekan di Rp 970 per saham.
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) — melemah 10,8 persen dalam sepekan menjadi Rp 785 per saham.
  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) — turun 10,6 persen ke level Rp 590 per saham.
  • PT Tira Austenite Tbk (TIRA) — jatuh 10 persen dan ditutup pada posisi Rp 446 per saham.
  • PT Hatten Bali Tbk (WINE) — terkoreksi 9,2 persen menjadi Rp 137 per saham.

BACH catat penurunan paling dalam

Dari daftar tersebut, BACH menjadi saham dengan pelemahan paling tajam. Harga sahamnya merosot dari Rp 880 menjadi Rp 570 per saham, atau setara dengan penurunan 35,2 persen dalam satu pekan. Koreksi sebesar itu menempatkan BACH di posisi teratas dalam daftar saham yang paling banyak terkoreksi di BEI selama periode tersebut.

Di bawahnya, TCPI juga mengalami tekanan cukup besar dengan penurunan 21,9 persen. Saham ini bergerak dari Rp 5.050 menjadi Rp 3.940 per saham. Sementara itu, FORU turun 17,2 persen dan MLPT terkoreksi 16,1 persen, menunjukkan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada satu sektor tertentu, melainkan tersebar pada beberapa emiten dengan karakteristik bisnis yang berbeda.

Penguatan IHSG tidak merata ke seluruh saham

Data perdagangan pekan ini memperlihatkan bahwa penguatan IHSG sebesar 2,78 persen tidak otomatis membuat seluruh saham bergerak positif. Di saat indeks utama pasar modal Indonesia berada di zona hijau, sejumlah saham justru terkoreksi cukup dalam dan menekan portofolio investor yang memegangnya.

Fenomena ini umum terjadi di pasar saham, karena pergerakan indeks dapat ditopang oleh saham-saham tertentu yang menguat lebih besar, sementara sebagian emiten lain justru mengalami tekanan jual. Dalam data pekan ini, kondisi tersebut terlihat jelas melalui daftar top losers yang didominasi penurunan dua digit.

Rincian pelemahan saham dalam sepekan

Jika dilihat lebih rinci, sebagian besar saham dalam daftar top losers BEI pekan ini turun lebih dari 10 persen. Hanya WINE yang terkoreksi di bawah 10 persen, yakni 9,2 persen. Sementara itu, BACH mencatat penurunan paling ekstrem, disusul TCPI yang juga melemah di atas 20 persen.

Adapun saham-saham lain seperti MORA, OMRE, BUVA, APIC, dan TIRA sama-sama mengalami koreksi yang cukup signifikan. Pergerakan ini menegaskan bahwa volatilitas masih mewarnai perdagangan saham di BEI selama sepekan awal Agustus 2026.

  • BACH turun 35,2 persen
  • TCPI turun 21,9 persen
  • FORU turun 17,2 persen
  • MLPT turun 16,1 persen
  • MORA turun 16 persen
  • OMRE turun 11 persen
  • BUVA turun 10,8 persen
  • APIC turun 10,6 persen
  • TIRA turun 10 persen
  • WINE turun 9,2 persen

Gambaran perdagangan BEI pekan ini

Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran bahwa perdagangan di BEI pada 3-7 Agustus 2026 berlangsung dengan dinamika yang kontras. Di satu sisi, IHSG berhasil menguat dan menembus level 6.409,6. Namun di sisi lain, sejumlah saham justru mengalami tekanan jual yang kuat hingga masuk daftar top losers dengan koreksi tajam.

Bagi pelaku pasar, pergerakan seperti ini menjadi pengingat bahwa kinerja indeks dan saham individual dapat berbeda jauh. Karena itu, pemantauan terhadap pergerakan emiten secara spesifik tetap penting, terutama ketika volatilitas pasar sedang tinggi.

Dengan demikian, daftar top losers BEI pekan ini tidak hanya menunjukkan saham-saham yang paling tertekan, tetapi juga menegaskan bahwa penguatan pasar secara umum belum tentu merata ke seluruh emiten yang diperdagangkan.

Topik terkait
BEI saham IHSG